Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Utara

Dua Titik Sungai di Lhoksukon Aceh Utara Jebol, Warga Diminta Waspada Banjir

Akibat jebolnya tanggul, air sungai meluap dengan arus cukup kuat dan mulai memasuki permukiman warga

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Dua titik tanggul sungai dilaporkan jebol pada Selasa (25/11/2025), yaitu tanggul Sungai Krueng Peuto di Gampong Krueng Km5 dan tanggul sungai di Gampong Kumbang LT Km7 di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Tanggul Sungai Krueng Peuto di Gampong Krueng Km5 dan tanggul sungai di Gampong Kumbang LT Km7 jebol
  • Amankan barang berharga, dokumen penting, dan benda elektronik ke tempat lebih tinggi
  • Kondisi ini membuat permukiman warga semakin rawan terdampak banjir

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dua titik tanggul sungai di wilayah Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dilaporkan jebol pada Selasa (25/11/2025), menyusul meningkatnya debit air akibat hujan deras beberapa hari terakhir.

Kondisi ini membuat permukiman warga semakin rawan terdampak banjir, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pengungsian.

Dua titik tanggul sungai dilaporkan jebol pada Selasa (25/11/2025), yaitu tanggul Sungai Krueng Peuto di Gampong Krueng Km5 dan tanggul sungai di Gampong Kumbang LT Km7 . Kedua tanggul tersebut tak lagi mampu menahan derasnya debit air yang meningkat akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak beberapa hari terakhir.

Akibat jebolnya tanggul, air sungai meluap dengan arus cukup kuat dan mulai memasuki permukiman warga.

Sejumlah kawasan di Kecamatan Lhoksukon kini dikategorikan sebagai zona rawan banjir dan berpotensi mengalami pengungsian secara mendadak apabila curah hujan tidak segera menurun.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Parlindungan Parhusip mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memprioritaskan keselamatan keluarga.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Amankan barang berharga, dokumen penting, dan benda elektronik ke tempat lebih tinggi. Jika kondisi air kembali naik, segera menuju lokasi aman,” ujarnya.

AKP Parlindungan Parhusip menjelaskan, hingga kini cuaca masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Petugas gabungan dari Polri, BPBD, serta aparatur gampong disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau perkembangan debit air dan memberikan bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan proses evakuasi.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Aceh Utara mengeluarkan sejumlah imbauan penting demi keselamatan warga.

Masyarakat diminta menghindari melintas di jalan yang tergenang air dalam atau memiliki arus kuat.

Kemudian mematikan aliran listrik di rumah apabila air sudah masuk ke dalam rumah, menjauhi tepian sungai yang berpotensi longsor dan berarus deras.

“Segera melapor kepada petugas jika membutuhkan pertolongan atau evakuasi dan memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan dan tidak bermain di area banjir,” ujar Kapolsek Lhoksukon.

“Kami berharap warga tetap mengikuti arahan petugas dan tidak meremehkan kondisi ini. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegas AKP Parlindungan Parhusip.

Petugas di lapangan akan terus melakukan pemantauan situasi dan menyampaikan informasi perkembangan banjir kepada masyarakat secara berkala hingga kondisi di wilayah Lhoksukon kembali normal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved