Selasa, 9 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Lebih dari 20 Ton Bantuan Bencana Diterbangkan Menuju Aceh, Sumut, dan Sumbar

Citilink menjadi yang pertama mendistribusikan bantuan pada Senin (1/12/2025), dengan mengangkut 9,4 ton bantuan menuju Lhokseumawe, Aceh.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tribunnews.com/dok. Danantara
DISTRIBUSI BANTUAN - Aktivitas pengiriman bantuan ke korban bencana alam di Sumatera menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Danantara dan seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group menerbangkan 20 ton bantuan logistik menuju Banda Aceh, Medan dan Padang untuk selanjutnya didistribusikan ke warga korban banjir 
  • Penyaluran bantuan dilanjutkan oleh masing-masing perwakilan BUMN untuk pendistribusian bantuan logistik menuju titik terdampak di ketiga provinsi tersebut.
  • Citilink menjadi yang pertama mendistribusikan bantuan pada Senin (1/12/2025), dengan mengangkut 9,4 ton bantuan menuju Lhokseumawe, Aceh.

 

SERAMBINEWS.COM - Upaya percepatan bantuan bagi korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus digencarkan.  

Melalui koordinasi intensif bersama BUMN, Danantara dan seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group menerbangkan 20 ton bantuan logistik menuju Banda Aceh, Medan dan Padang untuk selanjutnya didistribusikan ke warga korban banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Penyaluran bantuan dilanjutkan oleh masing-masing perwakilan BUMN untuk pendistribusian bantuan logistik menuju titik terdampak di ketiga provinsi tersebut.

Citilink menjadi yang pertama mendistribusikan bantuan pada Senin (1/12/2025), dengan mengangkut 9,4 ton bantuan menuju Lhokseumawe, Aceh.

Lalu dilanjutkan Garuda Indonesia melalui penerbangan ke Kualanamu (Medan), Padang, dan Banda Aceh, yang diawali dengan pengoperasian penerbangan GA-190 rute Jakarta–Kualanamu pukul 16.35 WIB.

Baca juga: Warga Aceh Tamiang Mulai Terserang Penyakit, Terpaksa Minum Air Banjir untuk Bertahan Hidup

 
Kelancaran pengiriman ditopang dukungan Aero Jasa Cargo (AJC) untuk kesiapan rantai logistik kargo secara menyeluruh.

Secara kumulatif hingga 1 Desember 2025, total 20,66 ton bantuan kemanusiaan dari BUMN telah berhasil disalurkan oleh Garuda Indonesia Group.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari mandat nasional Garuda Indonesia sebagai flag carrier.

 
“Atas nama Garuda Indonesia Group, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Bersama Danantara, BUMN dan seluruh pemangku kepentingan terkait, kami memfokuskan seluruh sumber daya agar layanan udara dapat menjadi jalur distribusi bantuan yang cepat, aman, dan dapat diandalkan,” kata Glenny dikutip Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan, sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, pihaknya memiliki tanggung jawab strategis dalam pilar transportasi udara untuk mendukung percepatan penanggulangan bencana. 

"Dengan standar keselamatan dan keamanan yang optimal, kami memastikan bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan serta melakukan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan misi kemanusiaan ini berjalan tepat waktu, aman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pulau Sumatera baru saja dilanda bencana besar berupa banjir bandang dan tanah longsor sejak akhir November 2025, dengan korban jiwa mencapai lebih dari 600 orang dan lebih dari 1 juta warga mengungsi.

 

Baca juga: Hari ke-11, Titik Pengungsi Korban Banjir di Aceh Utara Capai 447 Lokasi, Ini Data Lengkap Kerusakan

Korban Banjir-Longsor Sumatra per 3 Desember: 753 Orang Meninggal Dunia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap jumlah korban dan dampak kerusakan akibat bencana banjir-longsor di Sumatra per tanggal 3 Desember 2025. 

"Meninggal 753 jiwa," ungkap BNPB, menilik dari laman resminya, Rabu (3/12/2025) pagi. 

Di laman resminya itu, BNPB juga mengungkap jumlah korban hilang dan terluka. 

Per 3 Desember 2025, BNPB menyatakan korban hilang sebanyak 650 jiwa. 

Selain itu, menurut keterangan BNPB, ada sebanyak 2.600 jiwa terluka akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra.

Adapun data kerusakan rumah, BNPB mengungkap ada 3.600 rumah mengalami rusak berat, 2.100 rumah mengalami rusak sedang, dan 3.700 rumah mengalami rusak ringan. 

BNPB menyebut, per 3 Desember 2025, warga mengungsi mencapai 576.300 jiwa. 

Selain itu, BNPB merinci jumlah penduduk yang terdampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yakni Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar). 

"Sumatera Utara 1,7 juta; Aceh 1,5 juta; Sumatera Barat 141,8 ribu jiwa," kata BNPB.

Secara total, BNPB menyebut jumlah penduduk terdampak mencapai angka 3,3 juta jiwa dan ada 50 kabupaten terdampak. 

Baca juga: Irsan Sosiawan Salurkan 10 Ton Bantuan ke Aceh Tamiang dan Langsa, Infrastruktur Rusak Parah

Baca juga: Baznas Salurkan Logistik Pakai Perahu Karet di Aceh Utara, Jembatan Penghubung Tak Bisa Dilalui

Baca juga: VIDEO - Viral! Ferry Irwandi Kumpulkan Rp10,3 M untuk Sumatera, Aceh Tamiang Dapat Rp1 M

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved