Minggu, 17 Mei 2026

Mualem: Jelang Puasa, Warga Aceh Hadapi Ramadhan Tanpa Dapur Masak

Ia menyebutkan, terdapat 3 persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan sandang dan pangan, hingga kerusakan infrastruktur.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RIANZA ALFANDI
MUALEM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem memastikan bahwa Aceh akan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 mendatang, Jumat (14/11/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor masih menghadapi kondisi sulit. Kebutuhan dasar, terutama sarana memasak untuk menjalani ibadah puasa, menjadi persoalan mendesak yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem saat hadir menjadi narasumber di DAAI TV Indonesia dan menjelaskan situasi terkini penanganan pascabencana di Aceh. 

Ia menyebutkan, terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan sandang dan pangan, kerusakan infrastruktur, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang pertama itu masalah sandang pangan atau sembako. Yang kedua masalah infrastruktur. Dan yang ketiga rehab rekon. Untuk rehab rekon ini belum tersentuh sedikit pun,” kata Mualem dikutip Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, memasuki bulan puasa, kebutuhan masyarakat semakin meningkat.

Warga kini sangat membutuhkan tenda-tenda kecil yang dapat digunakan satu keluarga, serta dapur darurat untuk memasak makanan sehari-hari selama Ramadan.

Baca juga: Mentan Amran Janji Pulihkan Sawah Terdampak Banjir di Aceh di Depan Mualem

“Yang paling penting sekarang adalah dapur masak. Seperti gas LPG tiga kilogram, karena ke depan sudah bulan puasa. Setiap hari masyarakat membutuhkan masak,” ujarnya.

Selain persoalan dapur dan bahan bakar, ketersediaan air bersih juga menjadi masalah serius di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Saat ini, pemerintah dan pihak terkait masih melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke beberapa lokasi pengungsian.

“Air bersih juga termasuk masalah besar. Sekarang ada beberapa tempat yang kita suplai menggunakan mobil tangki untuk masyarakat,” jelas Mualem.

Di tengah keterbatasan tersebut, Mualem menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu proses pemulihan, salah satunya organisasi kemanusiaan Buddha Tzu Chi.

“Terima kasih atas bantuan Buddha Tzu Chi. Kita sangat nampak bantuannya, termasuk rumah yang diberikan sampai seribu unit untuk masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Lepas Rombongan Mobil Offroad, Bawa Sembako ke Daerah Terisolasi di Gayo Lues

Ia berharap penanganan pascabencana, khususnya penyediaan kebutuhan dasar menjelang Ramadhan, dapat segera dipercepat agar masyarakat terdampak dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih layak meski masih berada dalam situasi darurat.

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bakal membangun sebanyak 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga Aceh yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor.

Bantuan tersebut difokuskan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor,” kata Sekda Aceh, M. Nasir.

Hal ini disampaikan M. Nasir, usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) pada Selasa (16/12/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

M. Nasir menjelaskan, bantuan 1.000 unit hunian tetap ini merupakan tahap awal dari upaya pemulihan pascabencana.

Baca juga: Mualem ke Lokasi Banjir di Rerebe Gayo Lues, Janji Normalkan Sawah

Ia merincikan bahwa bantuan 1.000 unit rumah hunian tetap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia ini akan dialokasikan secara spesifik untuk dua kabupaten yang terdampak parah. 

“Dari total 1.000 unit tersebut, sebanyak 722 unit akan diperuntukkan bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Utara.

Sementara sisanya sebanyak 278 unit akan dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang,” jelasnya. 

M. Nasir menambahkan bahwa pemerintah daerah setempat yakni Aceh Utara dan Aceh Tamiang akan menyediakan lahan yang dialokasikan untuk pembangunan 1.000 unit rumah hunian tetap ini. 

Pembangunan 1.000 unit hutap ini tidak hanya fokus pada unit rumahnya saja, melainkan juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang memadai. 

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan lahan serta fasilitas esensial, termasuk pembangunan jalan menuju kompleks perumahan, penyediaan fasilitas listrik, dan memastikan akses air bersih yang layak bagi para calon penghuni. 

“Kelengkapan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu warga korban bencana untuk segera memulai kehidupan baru yang lebih stabil dan nyaman,” ujarnya. 

Meskipun 1.000 unit ini adalah tahap pertama, Sekda M. Nasir menyambut baik sumbangan ini dan mendorong semua pihak untuk mempercepat proses pembangunan dan pengerjaan hunian tetap. 

Ia berharap agar warga yang saat ini sangat membutuhkan rumah dapat segera menempati hunian tetap tersebut, sehingga kehidupan mereka bisa pulih lebih cepat.

"Sisanya (kebutuhan huntap) akan dibangun yang bersumber dari APBN atau lembaga untuk kabupaten/kota lainnya," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved