Rabu, 22 April 2026

Prabowo Tambah Dana Riset Perguruan Tinggi Jadi Rp 12 Triliun

 Hanya saja, kata Prasetyo, Prabowo meminta agar riset diutamakan untuk mengejar swasembada pangan dan energi.

Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO/YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan acara Hari Guru Nasional yang digelar di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta, Jumat (28/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan untuk menambah dana riset perguruan tinggi menjadi Rp 12 triliun, dari yang tadinya sebesar Rp 8 triliun.
  • Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Prabowo berharap agar riset-riset di seluruh universitas jadi lebih kuat usai penambahan alokasi anggaran tersebut.
  • Adapun pengumuman itu disampaikan saat Prabowo mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar di Istana, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - 

Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan menambah anggaran dana riset perguruan tinggi dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun.

Kebijakan tersebut diambil usai Prabowo mengumpulkan sekitar 1.200 rektor dan guru besar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penambahan anggaran ini diharapkan dapat memperkuat riset di seluruh universitas di Indonesia.

“Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan. Salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi nilainya hanya Rp 8 triliun, atau setara dengan 0,34 persen dari APBN kita,” ujar Prasetyo di Istana, Kamis.

Menurut Prasetyo, dalam forum tersebut Prabowo langsung memutuskan untuk menambah dana riset sebesar Rp 4 triliun.

Tambahan anggaran ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas riset, termasuk riset yang dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga: Riset Kemenag: Gen Z Lebih Toleran Dibanding Generasi Milenial dan Baby Boomers, Ini Dampaknya

Namun demikian, Prabowo meminta agar pemanfaatan dana riset difokuskan pada sektor-sektor prioritas nasional.

Riset diharapkan mendukung pencapaian swasembada pangan dan energi, serta mempercepat proses industrialisasi dan hilirisasi.

“Riset juga harus diarahkan untuk mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi, yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran. Tentu ini membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Prasetyo.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah industri strategis yang akan menjadi penggerak utama perekonomian nasional dan dilokomotifi oleh Danantara.

Beberapa sektor yang dimaksud antara lain industri waste to energy, hilirisasi mineral, serta industri berbasis pangan.

Secara keseluruhan, terdapat 18 proyek strategis yang membutuhkan dukungan riset kuat dari perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi diharapkan mem-backup proyek-proyek tersebut dengan riset yang kuat, sehingga kemandirian kita dalam hilirisasi industri dapat tercapai,” ujar Brian.

Baca juga: Update 15 Januari 2026: Baitul Mal Aceh Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Baca juga: VIDEO AS Kirim Pesawat Tempur ke Pangkalan Qatar Disebut Sinyal Kuat Serangan Ke Iran

Sudah tayang di kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved