Jumat, 8 Mei 2026

Penyebab 13 Calon Petugas Haji Dicopot, Indisipliner hingga Palsukan MCU TBC

Dahnil menegaskan tidak ada toleransi bagi peserta yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/FIRDA JANATI
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 13 calon petugas haji dicopot dari proses pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
  • Pencopotan dilakukan karena berbagai pelanggaran, mulai dari indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, hingga pemalsuan hasil Medical Check Up (MCU).
  • Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan tidak ada toleransi bagi peserta yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA — Sebanyak 13 calon petugas haji dicopot dari proses pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Pencopotan dilakukan karena berbagai pelanggaran, mulai dari indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, hingga pemalsuan hasil Medical Check Up (MCU).

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil.

Dahnil menegaskan tidak ada toleransi bagi peserta yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Bahkan, ditemukan peserta yang memalsukan hasil MCU meski mengidap penyakit tuberkulosis (TBC).

Menurutnya, seluruh peserta wajib mengikuti diklat secara penuh, disiplin, dan transparan karena nantinya akan menjadi garda terdepan dalam melayani jemaah haji di Tanah Suci.

“Kita ingin orang-orang yang benar-benar siap, fokus 20 hari di sini, ikut pelatihan dan patuh pada aturan. Semua keputusan diambil oleh tim pelatih dari TNI dan Polri,” kata Dahnil.

Baca juga: Seleksi PPIH Arab Saudi Dibuka! Tersedia 8 Formasi Petugas Haji, Cek Syarat, Formasi &Jadwal Lengkap

Ia menambahkan, aturan disiplin tidak hanya berlaku selama diklat di tanah air.

Saat bertugas di Arab Saudi, petugas haji juga wajib menjalankan tugas secara penuh. Jika terbukti lalai, sanksi tegas akan langsung diberikan.

“Petugas haji itu digaji dan pekerjaannya sangat melelahkan. Kalau istilah saya, bisa 25 jam kerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Dahnil juga menegaskan bahwa petugas haji bukan sekadar “nebeng” untuk menunaikan ibadah haji, melainkan harus berorientasi penuh pada pelayanan jemaah.

“Kami ingin memastikan niat utama mereka adalah menjadi petugas haji, bukan sekadar nebeng naik haji,” tegasnya.

Diketahui, para PPIH Arab Saudi telah menjalani pelatihan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede dan akan melanjutkan diklat secara daring selama 10 hari ke depan.

Latar belakang petugas haji tahun ini beragam, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, hingga akademisi.

Meski berasal dari berbagai profesi, seluruh petugas diwajibkan bekerja dalam satu komando sebagai tim yang profesional, disiplin, dan berintegritas.(*)

Baca juga: VIDEO Pentagon Siap Berperang Jika Konflik dengan Iran Pecah, Trump Masih Pikir pikir

 

Sumber: Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved