Rabu, 3 Juni 2026

Program MBG untuk Lansia Segera Dimulai, Prioritaskan Usia 75 Tahun yang Tinggal Sendiri

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, tahap awal program ini akan difokuskan pada lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri.

Tayang:
Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia, dengan distribusi makanan dari dapur umum BGN/SPPG kepada warga lanjut usia di rumah. 
Ringkasan Berita:
  • MBG lansia masih dimatangkan, tahap awal menyasar usia di atas 75 tahun yang tinggal sendiri sebagai prioritas utama.
  • Program dikoordinasikan Kemensos dan BGN, makanan diproduksi dapur umum BGN/SPPG dekat penerima, juga untuk disabilitas.
  • Data dari pemda melalui asesmen, anggaran di BGN, Kemensos siapkan pendamping dan tenaga pengantar ke rumah.

SERAMBINEWS.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia masih dalam tahap pematangan.

Meski belum diumumkan tanggal resminya, pemerintah memastikan skemanya sedang disiapkan secara serius, dengan sasaran yang cukup spesifik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, tahap awal program ini akan difokuskan pada lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri.

Kelompok ini dinilai paling rentan dan membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pemenuhan asupan gizi harian.

Ia mengatakan sudah berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk membahas teknis pelaksanaannya.

Fokusnya jelas: memastikan lansia tunggal di atas 75 tahun lebih dulu terlayani sebelum cakupan diperluas.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian,” ujar Saifullah, dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).

Adapun lansia di bawah usia 75 tahun, menurutnya, akan menyusul setelah kuota prioritas terpenuhi.

 “Kalau alokasinya sudah habis, nanti baru di bawah 75 tahun,” katanya.

Baca juga: Kapolres Gayo Lues Apresiasi Satnarkoba Ungkap 186 Kg Ganja, Satu Tersangka Diamankan

Untuk pelaksanaannya, makanan akan diproduksi melalui dapur umum milik BGN, termasuk yang berada di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lokasinya diupayakan sedekat mungkin dengan tempat tinggal penerima manfaat agar distribusinya lebih cepat dan efisien.

Dapur tersebut tidak hanya disiapkan untuk lansia, tetapi juga untuk penyandang disabilitas.

Soal data penerima, Kemensos mengandalkan basis data dari pemerintah daerah.

Data itu akan melalui proses asesmen, ditetapkan oleh kepala daerah, lalu diserahkan ke BGN untuk ditindaklanjuti dalam penyaluran layanan.

Terkait anggaran, Saifullah menegaskan pendanaan program MBG lansia akan terpusat di BGN.

 Sementara Kemensos berperan dalam menyiapkan sistem pendampingan, termasuk pengantaran makanan langsung ke rumah penerima.

“Jadi, anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” ujarnya.

Baca juga: Banyak Warga Palestina Kembali ke Gaza Lewat Rafah, Serangan Israel Terus Berlanjut

Siapkan Tenaga Pengantar dan Perawat

Kemensos saat ini tengah memperkuat layanan dengan menyediakan tenaga pendamping.

Saifullah menyebut bahwa pihaknya akan secara bertahap menerjunkan pengasuh (caregiver) dan perawat terlatih untuk mendampingi para lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.

Selama proses pelatihan tenaga ahli tersebut berlangsung, pemerintah akan mengoptimalkan peran tenaga pengantar makanan.

Mereka bertugas memastikan asupan gizi sampai langsung ke tangan penerima di rumah masing-masing, sehingga layanan tetap berjalan meskipun tenaga ahli belum sepenuhnya siap.

"Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu, tapi sebelum mereka selesai mengikuti pelatihan, kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas," kata Saifullah.

(Serambinews.com/BangkaPos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved