Selasa, 19 Mei 2026

Ramadhan 1447 H

Kapan Puasa 2026? Ini Jadwal 1 Ramadhan 1447 H Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Berdasarkan kalender Hijriah nasional, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/AI
UCAPAN RAMADHAN 2026 - Berikut kumpulan ide caption bertema Ramadhan 2026 yang cocok untuk postingan di medsos. 

SERAMBINEWS.COM - Pertanyaan mengenai “berapa hari lagi puasa 2026?” mulai ramai dicari masyarakat seiring semakin dekatnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ramadan menjadi momen yang dinantikan umat Islam sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, refleksi diri, serta mempererat kebersamaan bersama keluarga.

Berdasarkan kalender Hijriah nasional, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Jika dihitung sejak Senin, 16 Februari 2026, maka puasa tinggal empat hari lagi.

Meski demikian, kepastian 1 Ramadan masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah.

Jadwal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026.

Penetapan awal Ramadan dilakukan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) yang dilaksanakan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Hasil sidang isbat akan menjadi keputusan resmi yang berlaku secara nasional.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) akan menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Pemantauan hilal dilakukan di 96 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Hasil rukyatul hilal tersebut akan dibahas dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H yang digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat.

 
Sidang isbat menjadi forum resmi pemerintah dalam menetapkan awal puasa Ramadan 2026 dengan menggabungkan data hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (pengamatan langsung).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme untuk memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan berbagai unsur terkait.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/2/2026) dikutip dari Kompas.com.

Ia menyampaikan, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.

Namun, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

 
Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik.

Sementara sudut elongasi berada pada rentang 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Data tersebut merujuk pada kriteria visibilitas hilal yang digunakan, termasuk standar MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Secara teoritis, posisi tersebut belum memenuhi syarat imkan rukyat atau kriteria hilal dapat terlihat.

Meski demikian, untuk melengkapi data hisab, Kemenag tetap melaksanakan rukyatul hilal di 96 titik pengamatan.

Pengamatan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi serta Kantor Kemenag kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dan instansi terkait lainnya.

Hasil rukyat dari seluruh lokasi tersebut akan menjadi bahan utama dalam pembahasan sidang isbat.

Keputusan akhir mengenai penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers setelah sidang selesai.

 

Baca juga: Penetapan Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat, Ini 96 Lokasi Rukyatul Hilal pada 17 Februari

Jadwal Puasa Ramadan 2026 Versi NU

Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyat atau pengamatan hilal secara langsung dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Hasil rukyat NU biasanya menjadi bagian dari pertimbangan dalam sidang isbat pemerintah.

Sekretaris LFNU Jakarta, Ikhwanudin, menjelaskan bahwa dasar penetapan awal bulan Hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan.

Jika hilal tidak terlihat, maka dilakukan istikmal atau penyempurnaan bulan menjadi 30 hari.

Dengan metode tersebut, jadwal awal Ramadan versi NU umumnya mengikuti keputusan resmi pemerintah setelah proses pengamatan dilakukan.

Jadwal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Jika dihitung sejak 16 Februari 2026, maka puasa tinggal tiga hari lagi.

Penetapan tersebut berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Dalam maklumat resminya disebutkan bahwa posisi bulan telah memenuhi kriteria sehingga 1 Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 Februari 2026.

Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan perhitungan astronomi yang menggabungkan data posisi matahari dan bulan secara akurat tanpa menunggu hasil rukyat.

Dengan demikian, terdapat potensi perbedaan awal puasa antara keputusan pemerintah dan Muhammadiyah.

Masyarakat diimbau menunggu hasil sidang isbat untuk kepastian resmi penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

 

Prediksi BRIN: Potensi Perbedaan Awal Ramadhan

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memperkirakan adanya perbedaan tanggal awal Ramadhan 2026.

Hal ini bukan hanya karena posisi hilal, tetapi juga perbedaan konsep “hilal lokal” versus “hilal global”.

Menurutnya, pemerintah dan mayoritas ormas Islam kemungkinan menetapkan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026, karena saat Maghrib 17 Februari 2026, posisi hilal di Asia Tenggara masih di bawah ufuk dan tidak dapat diamati.

Namun, menurut konsep hilal global yang diterapkan Turkiye, posisi Bulan sudah memenuhi syarat visibilitas di Alaska dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, sehingga awal Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026.

 
Muhammadiyah menggunakan prinsip serupa dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Dengan perbedaan ini, umat Islam di Indonesia disarankan untuk mengikuti pengumuman resmi dari masing-masing pihak, baik Muhammadiyah, NU, maupun Kemenag, sebelum memulai ibadah puasa.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved