AS dan Israel Serang Iran
AS dan Israel Kembali Mengebom Jantung Kota Teheran, Ledakan Hebat, dan Asap Menjulang
Sebuah ledakan besar melanda ibu kota Iran hari Minggu ketika militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Teheran tengah.
SERAMBINEWS.COM - Sebuah ledakan besar melanda ibu kota Iran hari Minggu ketika militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Teheran tengah.
Dari rekaman vidoe yang beredar tampak beberapa lokasi di Teheran menjadi sasaran pemboman diikuti dengan ledakan hebat dan asap membumbung tinggi.
Serangan ini terjadi satu hari setelah AS dan Israel menyerang Iran dan membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.
Televisi pemerintah Iran dan kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi.
Presiden Donald Trump telah mengumumkan kematiannya beberapa jam sebelumnya, dengan mengatakan bahwa hal itu memberi Iran “peluang terbesar mereka” untuk “mengambil kembali” negara mereka.
Baca juga: Iran Serang Semua Negara Teluk, Gempur 27 Pangkalan AS di Timur Tengah, Cuma Oman yang Tak Diserang
Sementara itu Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan lain ke jantung Teheran ketika rakyat Iran bergulat dengan ketidakpastian setelah pembunuhan pemimpin tertinggi veteran mereka dalam serangan AS dan Israel sehari sebelumnya.
Dalam serangan lain bagi para pemimpin Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi tewas dalam serangan itu, kata penyiar Iran TV.
Amerika Serikat akan memukul Iran "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," kata Trump pada hari Minggu.
"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan melakukan pukulan yang sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya," kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.
Dia menambahkan, "MEREKA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKAN ITU, NAMUN, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MEMUKUL MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!"
Pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan dewan kepemimpinan sementara akan dibentuk.
Dia menuduh Amerika Serikat dan Israel mencoba menjarah dan menghancurkan Iran dan memperingatkan "kelompok separatis" akan tanggapan keras jika mereka mencoba bertindak, kata televisi pemerintah.
Dalam sambutan yang ditujukan kepada Trump dan sekutu dekatnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan mereka telah melewati garis merah dan akan "membayarnya".
Angkatan udara Iran melakukan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di wilayah Irak yang sebagian besar merupakan wilayah Kurdi di utara dan negara-negara Teluk, kantor berita Tasnim melaporkan.
Sebuah sumber kepada Reuters mengatakan tidak ada perubahan dalam strategi militer setelah pembunuhan Khamenei dan bahwa serangan akan terus menargetkan pejabat Iran dan infrastruktur rudal.(*)
| Perang Besar di Depan Mata, Puluhan Pesawat AS Bawa Amunisi Mendarat di Israel, Siap Serang Iran |
|
|---|
| Trump Ancam Bumihanguskan Iran: Tak akan Ada yang Tersisa Jika Tolak Kesepakatan Damai |
|
|---|
| Diam-diam, Pakistan Lindungi Pesawat Militer Iran dari Serangan AS–Israel |
|
|---|
| Trump Ancam Iran Lagi, Siapkan Serangan Besar jika Negosiasi Nuklir Gagal |
|
|---|
| Trump Klaim Iran Tak Bisa Ambil 'Debu Nuklir', Publik Pertanyakan Alasan Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/teheran-u9ijnmkl.jpg)