Minggu, 12 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Perang Dunia III di Ambang Pecah, Prancis Putuskan Perbanyak Hulu Ledak Nuklir

Pengumuman itu disampaikan Macron pada Senin di pangkalan militer L’Île Longue, barat laut Prancis, markas utama kapal selam rudal balistik nuklir

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/twitter
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan global kian memanas. Di tengah bayang-bayang konflik besar yang disebut-sebut bisa memicu Perang Dunia III, Emmanuel Macron mengumumkan langkah mengejutkan: Prancis akan meningkatkan jumlah hulu ledak nuklirnya untuk pertama kali dalam beberapa dekade.

Pengumuman itu disampaikan Macron pada Senin di pangkalan militer L’Île Longue, barat laut Prancis, markas utama kapal selam rudal balistik nuklir negara tersebut. 

Dalam pidatonya, Macron menyatakan telah memutuskan untuk menambah jumlah hulu ledak dari stok saat ini yang berjumlah kurang dari 300 unit.

Baca juga: Ketika Kesombongan Donald Trump Dirudal Abu Nawas

Baca juga: Sekutu Iran Buru Pasukan AS di Penampungan, Hotel di Erbil dan Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone

Meski tidak merinci berapa tambahan yang akan dibuat, keputusan ini menandai peningkatan pertama persediaan nuklir Prancis setidaknya sejak 1992.

Respons atas Ancaman Global

Macron menegaskan, langkah ini diambil untuk memperjelas peran penangkal nuklir Prancis dalam arsitektur keamanan Eropa.

Ia menyoroti meningkatnya ancaman global serta ketidakpastian terhadap komitmen jaminan keamanan Amerika Serikat bagi sekutu-sekutunya di Eropa.

Menurutnya, Eropa harus mampu memperkuat sistem pertahanan sendiri di tengah dinamika geopolitik yang berubah cepat.

Pesawat Nuklir dan Proyek Rudal Baru

Tak hanya menambah hulu ledak, Macron juga mengumumkan bahwa Prancis akan membuka kemungkinan pengerahan sementara pesawat tempur bersenjata nuklir ke negara-negara sekutu.

Lebih jauh, Prancis akan memperdalam kerja sama militer dengan Jerman dan Inggris melalui pengembangan “proyek rudal jarak jauh” sebagai bagian dari peningkatan kemampuan serangan strategis bersama.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Paris ingin memainkan peran lebih dominan dalam keamanan Eropa, terutama di saat ketegangan internasional terus meningkat.

Dengan keputusan ini, Prancis kembali menegaskan posisinya sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Uni Eropa dan dunia kini menanti bagaimana respons negara-negara besar lainnya terhadap manuver strategis tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved