Konflik Amerika vs Iran
Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Disebut Jadi Penerus Pimpinan Tertinggi Iran
Kematian Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang fondasi politik negara tersebut
SERAMBINEWS.COM – Iran memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.
Kematian Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang fondasi politik negara tersebut, sekaligus memicu proses transisi kekuasaan di tengah suasana yang masih tegang.
Pemerintah Iran langsung mengumumkan 40 hari berkabung nasional dan menetapkan 7 hari libur umum. Langkah itu menjadi penanda betapa besar posisi Khamenei dalam struktur Republik Islam Iran.
Ali Khamenei Tewas
Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran menyebut Khamenei gugur sebagai syahid setelah serangan yang juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu.
Pernyataan tersebut bukan hanya menyampaikan duka nasional, tetapi juga kecaman keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Kepergian Khamenei otomatis membuka pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan posisi sebagai Pemimpin Tertinggi Iran?
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Melemah, Turun Rp 200 Ribu per Mayam Edisi 4 Maret 2026
Baca juga: Timur Tengah Membara! Konsulat AS di Dubai Diserang, Israel Gempur Iran dan Lebanon
Mojtaba Khamenei Disebut Terpilih
Nama Mojtaba Khamenei mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan memilihnya sebagai pimpinan tertinggi Iran.
Proses tersebut disebut berlangsung di bawah tekanan kuat dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.
Mojtaba (56) merupakan putra tertua kedua Ali Khamenei dan dikenal memiliki kedekatan dengan IRGC.
Meski bukan ulama berpangkat tinggi serta tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan, ia diyakini memiliki pengaruh signifikan di balik layar. Ia juga pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran saat perang Iran–Irak.
Namun, kabar terpilihnya Mojtaba tidak sepenuhnya diterima tanpa perdebatan. Dalam tradisi Syiah Iran, pola suksesi dari ayah ke anak kerap dipandang negatif.
Bahkan, Ali Khamenei dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang disusunnya sebelumnya.
Baca juga: Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Jelang 30 Maret, Gunakan Konflik untuk Tunda Krisis Politik
Keluarga dan Sorotan Kontroversi
Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri politikus konservatif Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan Ketua Parlemen Iran. Keduanya menikah pada 2004 dan dikabarkan memiliki tiga anak, meski informasi tentang keluarga mereka relatif tertutup.
Zahra dilaporkan tewas pada 2026 dalam serangan yang sama terhadap Iran. Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga inti yang selamat dari rangkaian serangan tersebut.
Di tengah klaim terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi, perbedaan pandangan terus bermunculan. Sebagian pihak sejak lama memprediksi namanya akan menguat sebagai kandidat penerus, namun sebagian analis meragukan legitimasi politik dan religiusnya.
Transisi ini pun menempatkan Iran dalam fase krusial, dengan dinamika internal dan tekanan eksternal yang sama-sama menguji stabilitas negara tersebut. (Serambinews.com/TribunNewsmaker/TribunMedan)
Mojtaba Khamenei
Konflik Amerika vs Iran
Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei
Pimpinan Tertinggi Iran
| UEA Diduga Diam-Diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Negara Teluk Khawatir Terseret |
|
|---|
| IRGC Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman, Ketegangan Meningkat |
|
|---|
| Negosiasi Amerika-Iran Buntu, Teheran Siap Hadapi Segela Kemungkinan: AS Akan Dibuat Terkejut |
|
|---|
| Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri |
|
|---|
| Citra Satelit Ungkap Dugaan Tumpahan Minyak di Dekat Pulau Kharg, Iran Tegaskan Tak Ada Kebocoran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mojtaba-Khamenei-terpilih-sebagai-pemimpin-tertinggi-Iran.jpg)