Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Larang Pasukan Kurdi Terlibat Perang Iran, Tak Ingin Perang Semakin Rumit

“Saya tidak ingin orang‑orang Kurdi masuk. Saya tidak ingin melihat mereka terluka atau terbunuh,” ujar Trump

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
Daftar proyek Donald Trump di Indonesia, salah satu yang paling besar dari bisnis Donald Trump di Indonesia adalah proyek Lido. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan larangan keterlibatan pasukan Kurdi dalam konflik perang yang sedang berlangsung antara AS‑Israel dan Iran.
  • Ia memperingatkan bahwa keterlibatan kelompok Kurdi justru berpotensi memperumit situasi perang yang sudah sangat kompleks.
  • Trump menyatakan bahwa Washington memiliki hubungan baik dengan pasukan Kurdi, namun tidak ingin melihat mereka terlibat langsung di medan perang

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan larangan keterlibatan pasukan Kurdi dalam konflik perang yang sedang berlangsung antara AS‑Israel dan Iran.

Ia memperingatkan bahwa keterlibatan kelompok Kurdi justru berpotensi memperumit situasi perang yang sudah sangat kompleks.

Dalam pernyataan kepada media dari pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyatakan bahwa Washington memiliki hubungan baik dengan pasukan Kurdi, namun tidak ingin melihat mereka terlibat langsung di medan perang.

“Saya tidak ingin orang‑orang Kurdi masuk. Saya tidak ingin melihat mereka terluka atau terbunuh,” ujar Trump, seperti dilaporkan kemarin.

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi beberapa hari terakhir bahwa pasukan oposisi Kurdi di wilayah perbatasan barat Iran berpotensi melakukan operasi militer terhadap pemerintah Teheran.

Meski begitu, laporan terbaru dari sejumlah sumber menunjukkan bahwa partai‑partai Kurdi oposisi di Irak telah berkomitmen untuk tidak menyerang Iran, meski ada spekulasi tentang dukungan logistik dari CIA.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Kurdi Rencanakan Serangan Darat ke Iran, Klaim Didukung AS

Trump menekankan bahwa perang yang dipicu oleh serangan udara bersama antara militer AS dan Israel terhadap Iran — termasuk operasi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei — sudah sangat kompleks, dan tambahan front baru hanya akan memperumit proses strategis.

Selain itu, Trump juga menolak laporan bahwa ia berniat mempersenjatai Kurdi secara langsung, dengan mengatakan bahwa ia lebih memilih agar mereka menjauh dari konflik agar tidak menjadi target Iran.

Isu ini juga berkaitan dengan pernyataan Trump sebelumnya tentang masa depan Iran.

Ia menegaskan bahwa serangan AS‑Israel akan terus berlanjut sampai Iran “tidak mampu bertempur lagi”, dan bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan dengan syarat “penyerahan tanpa syarat” dari pihak Iran.

Tentang suksesi kepemimpinan di Iran setelah kematian Khamenei, Trump juga menyatakan bahwa Washington ingin berperan dalam memilih pemimpin baru Iran untuk memastikan pemerintahan yang lebih stabil dan tidak mengancam keamanan regional maupun AS.

Perkembangan konflik ini terus memicu gelombang balasan dari Iran dan kelompok milisi pro‑Teheran di kawasan, serta meningkatkan kekhawatiran tentang eskalasi perang yang meluas di Timur Tengah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved