Selasa, 21 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Ancam Luncurkan Serangan Lebih Kuat dan Merusak ke AS dan Israel

Ia menegaskan bahwa pusat‑pusat produksi militer Iran tetap berjalan di lokasi‑lokasi yang tidak diungkapkan dan tidak dapat dicapai oleh musuh.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Militer Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa mereka akan melancarkan serangan lebih kuat, lebih luas, dan lebih merusak di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
  • Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa kemampuan militer Iran telah sangat dilemahkan.
  • Pernyataan dari militer Iran itu disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al‑Anbiya pada Kamis (2/4).

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Militer Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa mereka akan melancarkan serangan lebih kuat, lebih luas, dan lebih merusak di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa kemampuan militer Iran telah sangat dilemahkan.

Pernyataan dari militer Iran itu disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al‑Anbiya pada Kamis (2/4).

Ia menegaskan bahwa penilaian AS dan Israel terhadap kekuatan militer Iran sangat keliru.

“Informasi Anda tentang kekuatan dan peralatan militer kami tidak lengkap,” tegasnya, seperti dikutip Anadolu Agency.

Menurutnya, lawan salah jika mengira pusat produksi rudal strategis, drone ofensif jarak jauh, sistem pertahanan udara modern, sistem peperangan elektronik, dan fasilitas canggih Iran telah hancur.

Ia menegaskan bahwa pusat‑pusat produksi militer Iran tetap berjalan di lokasi‑lokasi yang tidak diungkapkan dan tidak dapat dicapai oleh musuh.

“Jangan berpikir Anda telah menghancurkan kemampuan kami. Anda benar‑benar tidak tahu kemampuan kami yang sangat besar dan strategis,” tambahnya.

Baca juga: Serangan Besar-Besaran Rudal Iran Hujani Israel Usai Trump Pidato, Sirene Meraung, Banyak Korban

Militer Iran juga memperingatkan bahwa skala serangan balasan akan meningkat, dan konflik diperkirakan akan terus berlanjut hingga musuh mengalami “humiliase penuh, menyesal, dan menyerah.”

Ancaman tersebut muncul setelah Presiden Trump dalam pidatonya mengklaim bahwa Iran saat ini memiliki “sangat sedikit” peluncur rudal yang tersisa dan bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah “dibatasi secara signifikan.”

Trump juga menyatakan bahwa perang diperkirakan akan berlanjut selama dua hingga tiga minggu kedepan, namun konflik itu “mendekati akhir.”

Insiden terbaru menunjukkan bahwa rudal Iran telah mencapai wilayah Tel Aviv, Israel, hanya beberapa saat setelah pidato Trump tersebut, menandakan bahwa serangan balasan Iran masih berlangsung meskipun klaim pelumpuhan kemampuan militernya.

Konflik antara Iran, AS, dan Israel meningkat sejak serangan gabungan AS‑Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan sejumlah besar personel, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran kemudian melakukan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai wilayah di Timur Tengah, termasuk Israel dan negara‑negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Perkembangan ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan, yang telah mengakibatkan dampak luas termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan pada pasar energi dan penerbangan global.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved