Konflik Amerika vs Iran
Eks Menlu Zarif: Iran Layak Deklarasi Menang Perang, Dorong Perundingan dengan AS
“Namun, saya yakin perang ini harus diakhiri dengan ketentuan yang sesuai dengan kepentingan nasional Iran.”
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyerukan agar negaranya segera membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Ia juga mengajukan sejumlah gagasan sebagai dasar perundingan damai antara kedua negara.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (3/4/2026), Zarif mengkritik tindakan Presiden AS, Donald Trump, yang ia sebut sebagai agresi “sembrono” dan telah menyakiti rakyat Iran.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perang sebaiknya segera diakhiri demi kepentingan nasional Iran.
“Sebagai orang Iran, saya marah dengan agresi dan hinaan Donald Trump yang sembrono, sekaligus bangga dengan militer dan rakyat kami yang tangguh,” ujar Zarif.
“Namun, saya yakin perang ini harus diakhiri dengan ketentuan yang sesuai dengan kepentingan nasional Iran.”
Baca juga: Intelijen Amerika: Iran Masih Punya Banyak Rudal dan Drone Besar Meski Digempur AS-Israel
Zarif, yang menjabat sebagai Menlu Iran pada periode 2013–2021, juga menyatakan bahwa Iran berada pada posisi yang layak untuk “mendeklarasikan kemenangan” atas konflik yang disebutnya dipicu oleh AS dan Israel.
Lebih lanjut, ia mengusulkan sejumlah poin sebagai “cetak biru” dalam perundingan damai.
Salah satunya adalah kesiapan Iran untuk membatasi program nuklirnya serta membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, AS diminta mencabut seluruh sanksi terhadap Iran.
Selain itu, Zarif mengusulkan pembentukan pakta non-agresi antara kedua negara guna mencegah konflik di masa depan.
Ia juga menilai bahwa peluang kerja sama ekonomi antara Iran dan AS dapat dibuka kembali demi memberikan manfaat bagi masyarakat kedua belah pihak.
Pernyataan ini mencerminkan dorongan dari sebagian kalangan di Iran untuk mencari solusi diplomatik, di tengah ketegangan yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat.
| Iran Gempur Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain: Bandara Lumpuh, Sejumlah Orang Terluka |
|
|---|
| AS dan Iran Kembali Saling Serang, Kapal Tanker dan Pangkalan Militer di Kuwait-Bahrain Jadi Sasaran |
|
|---|
| Timur Tengah Kian Memanas! Trump Tekan Oman agar Jauhi Iran, UEA dan Arab Saudi Ikut Geram |
|
|---|
| Kerusakan Fasilitas Militer AS di Timur Tengah Lebih Luas, 28 Titik Hancur Diserang Iran |
|
|---|
| Pejabat Militer Iran Peringatkan Perang dengan AS Tak Terhindarkan di Tengah Kebuntuan Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Drone-Shahed-136-milik-Iran-Drone-Shahed-Spesifikasi-drone-Shahed.jpg)