Selasa, 9 Juni 2026

Berita International

Trans Continent Boyong Tim ke Vietnam, Hadiri Pertemuan Tahunan Globalink Network

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya perusahaan logistik yang siap bersaing di level global.” ISMAIL RASYID, CEO PT Trans Continent

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
ISMAIL RASYID, CEO PT Trans Continent 
Ringkasan Berita:
  • PT Trans Continent Hadiri pertemuan tahunan bertajuk Annual Meeting Globalink & Global Value Network 2026
  • Trans Continent bukan nama asing di dunia logistik. Berdiri sejak 2003 di Balikpapan, perusahaan ini tumbuh pesat hingga memiliki 23 cabang di 16 provinsi dan tiga kantor internasional
  • Trans Continent menegaskan komitmennya tumbuh bersama dunia, dengan semangat dari tanah air

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya perusahaan logistik yang siap bersaing di level global.” ISMAIL RASYID, CEO PT Trans Continent

SERAMBINEWS.COM, HANOI - Suasana meriah terlihat di lobi Hotel Sheraton, Hanoi, ketika para pelaku industri multimoda transportasi dari berbagai belahan dunia mulai berdatangan pada Senin (20/4/2026) pagi. Seraya saling menyapa, mereka terlihat tertib mengisi daftar hadir (registrasi) pada pertemuan tahunan bertajuk Annual Meeting Globalink & Global Value Network 2026. 

Di antara ratusan peserta, sorotan tertuju pada rombongan PT Trans Continent, perusahaan asal Indonesia yang membawa sembilan orang tim terbaiknya. Ini merupakan jumlah tim terbanyak dari 200-an perusahaan yang ikut dalam pertemuan itu.

Trans Continent bukan nama asing di dunia logistik. Berdiri sejak 2003 di Balikpapan, perusahaan ini tumbuh pesat hingga memiliki 23 cabang di 16 provinsi dan tiga kantor internasional. Jaringan Globalink yang menaungi lebih dari 250 anggota di 60 negara, menjadi panggung bagi Trans Continent untuk memperluas langkahnya.  

Ismail Rasyid, sang pendiri sekaligus CEO, datang dengan misi khusus: memperkenalkan wajah baru yang akan menjadi ujung tombak perusahaan. Alan Hugh Mclare resmi bergabung sebagai COO, sementara Jibril Gibran, putra Ismail yang baru menyelesaikan studi supply chain management di University of Manchester, diperkenalkan sebagai Komisaris. 

Kehadiran Jibril menjadi simbol regenerasi, menandai transisi kepemimpinan yang tengah dipersiapkan. "Sudah saatnya saya mempersiapkan penerus untuk membawa perusahaan ini terus berkembang," kata Ismail Rasyid kepada Serambi, di Hanoi.

Agenda pertemuan berlangsung intens. Dari welcome cocktail party hingga sesi tatap muka dengan mitra bisnis dari puluhan negara.

Ismail Rasyid bersama staf Trans Continent melakukan pertemuan one-on-one dengan sekira 250 perusahaan dari berbagai negara. Mereka melakukan diskusi mendalam untuk saling membantu dan memperkuat jejaring global. 

"Ada beberapa perusahaan yang tidak ikut berpartisipasi dalam pertemuan tahunan ini karena kondisi, termasuk dari Qatar dan beberapa negara di Timur Tengah," kata Ismail.

Bagi Ismail, forum ini bukan sekadar ajang temu bisnis. Ia melihatnya sebagai ruang untuk meneguhkan posisi Trans Continent di panggung internasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya perusahaan logistik yang siap bersaing di level global,” ujarnya penuh keyakinan.  

Globalink & Global Value, penyelenggara acara, memang dikenal menghadirkan forum eksklusif di resor bintang lima. Lebih dari sekadar kemewahan, mereka menekankan pentingnya membangun hubungan jangka panjang yang bermakna. Dan di tengah percakapan lintas budaya itu, Trans Continent menegaskan komitmennya: tumbuh bersama dunia, dengan semangat dari tanah air.(nal)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved