Senin, 11 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Klaim Mojtaba Khamenei Pulih Total, Rumor Operasi dan Kaki Palsu Dibantah

Pemerintah Iran akhirnya buka suara soal kondisi Mojtaba Khamenei, sosok yang disebut-sebut memegang kendali

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 
Ringkasan Berita:
  • Teheran menegaskan, Mojtaba kini dalam kondisi sehat sepenuhnya, dan hanya mengalami “goresan kecil di belakang telinga”.
  • Pernyataan itu sekaligus membantah laporan media Barat yang menyebut Mojtaba menjalani operasi plastik wajah dan bahkan menunggu pemasangan kaki palsu.
  • Untuk pertama kalinya sejak serangan tersebut, otoritas Iran merinci kondisi fisik Mojtaba yang selama ini memicu spekulasi luas.

 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Iran akhirnya buka suara soal kondisi Mojtaba Khamenei, sosok yang disebut-sebut memegang kendali kepemimpinan pasca serangan mematikan di Teheran, Februari lalu.

Teheran menegaskan, Mojtaba kini dalam kondisi sehat sepenuhnya, dan hanya mengalami “goresan kecil di belakang telinga”.

Pernyataan itu sekaligus membantah laporan media Barat yang menyebut Mojtaba menjalani operasi plastik wajah dan bahkan menunggu pemasangan kaki palsu.

Untuk pertama kalinya sejak serangan tersebut, otoritas Iran merinci kondisi fisik Mojtaba yang selama ini memicu spekulasi luas.

Klarifikasi Resmi Teheran

Kantor berita Fars News Agency melaporkan, cedera punggung Mojtaba telah membaik, sementara luka di tempurung lututnya disebut akan segera pulih.

Direktur Jenderal Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, menegaskan cedera wajah Mojtaba tidak serius.

“Hanya ada retakan kecil di belakang telinga. Beliau sehat sepenuhnya,” ujar Hosseini.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke China karena Bantu Iran Suplai Suku Cadang Produksi Drone Shahed

Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik sejak kompleks Teheran milik ayahnya, Ali Khamenei, dihantam serangan rudal pada 28 Februari. Dalam insiden itu, Ali Khamenei tewas. Mojtaba dilaporkan selamat karena tidak berada di gedung yang sama.

Detik-detik Lolos dari Maut

Harian Inggris The Telegraph mengungkap, Mojtaba lolos dari kematian hanya dalam hitungan detik. Hosseini dalam rekaman pribadi menyebut Mojtaba baru saja keluar ruangan ketika rudal balistik Israel jenis Blue Sparrow menghantam kediaman tersebut pukul 09.32 waktu setempat.

“Ia sedang menuju lantai atas saat rudal menghantam. Istrinya, Nyonya Haddad, gugur seketika,” kata Hosseini.

Ia menambahkan, berbagai rumor tentang kondisi Mojtaba adalah bagian dari perang informasi. “Beliau akan berbicara kepada publik ketika waktunya tepat,” ujarnya.

Presiden Iran: Bertemu di Lokasi Rahasia

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi telah bertemu Mojtaba di lokasi yang dirahasiakan.

“Yang paling mengesankan adalah visi dan pendekatannya yang rendah hati serta tulus,” kata Pezeshkian.
Mojtaba, yang lahir pada 2016 (data foto arsip), merupakan anak kedua dari enam bersaudara dalam keluarga mendiang pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Kebingungan di Washington

Minimnya bukti visual tentang Mojtaba memicu kebingungan di Washington. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut tidak jelas siapa yang kini memimpin Republik Islam Iran.

“Ada perselisihan dan kebingungan luar biasa di dalam kepemimpinan mereka,” ujar Trump.
Senada, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut sistem politik Iran “sangat terpecah dan disfungsional”.

IRGC Disebut Kian Dominan

Meski secara formal pembicaraan Iran-AS dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menlu Abbas Araghchi, sejumlah analis menilai perang justru memperkuat cengkeraman Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Seorang sumber mengatakan kepada CNN, tidak ada bukti jelas Mojtaba memberi perintah harian, namun juga tak ada bukti sebaliknya. Direktur Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, kepada The New York Times menyatakan Mojtaba bukan pemimpin tertinggi sesungguhnya.

“Ia mungkin pemimpin secara nama, tetapi tunduk pada IRGC karena posisinya bergantung pada mereka,” kata Vaez.

Sejak gencatan senjata dengan AS, IRGC justru semakin keras. Menyusul serangan Amerika terhadap kapal tanker minyak Iran, kelompok itu mengancam akan membalas dengan serangan besar terhadap aset AS di kawasan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved