Perang Iran vs AS
Update Hari ke-85 Perang Iran: Teheran Sebut Negosiasi dengan AS Masih Buntu, Pakistan Jadi Mediator
Memasuki hari ke-85 perang Iran, upaya diplomatik untuk menghentikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus berlangsung
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Update Hari ke-85 Perang Iran: Teheran Sebut Masih Ada Kesenjangan Besar dengan AS, Pakistan Turun Tangan Jadi Mediator
SERAMBINEWS.COM - Memasuki hari ke-85 perang Iran, upaya diplomatik untuk menghentikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, tiba di Teheran pada Jumat (23/5/2026) sebagai bagian dari misi mediasi untuk membantu mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Jumat (23/5/2026), Pakistan disebut memainkan peran yang semakin penting dalam menjembatani komunikasi antara kedua negara guna mencegah konflik meluas ke kawasan lain.
Meski jalur diplomasi masih terbuka, Iran menegaskan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat masih menghadapi hambatan besar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan perbedaan antara Teheran dan Washington masih “dalam dan signifikan”.
Ia menilai berbagai persoalan utama, termasuk program nuklir Iran dan kendali di Selat Hormuz, belum menemukan titik temu.
Baca juga: Unik! Kerbau Bule di Bangladesh Dinamakan Donald Trump, Akan Disembelih saat Idul Adha
Iran Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz
Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa mereka tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.
Pejabat Iran mengatakan biaya transit yang dikenakan kepada kapal-kapal internasional merupakan bagian dari “layanan keamanan” yang diberikan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Iran juga mengungkapkan bahwa lebih dari 30 kapal telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dengan koordinasi langsung dari IRGC.
Teheran menyebut situasi tersebut sebagai “realitas baru” di kawasan Teluk Persia.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa penghentian perang di seluruh lini konflik menjadi syarat utama untuk melanjutkan negosiasi dengan AS.
Menurut pejabat Iran, suasana diplomatik yang positif saja belum cukup untuk menghasilkan kesepakatan akhir.
Baca juga: Update Hari ke-84 Perang Iran: AS-Iran Negosiasi Panas, Trump Ancam Langkah Drastis
Pakistan dan Qatar Intensifkan Mediasi
Iran menyebut pembicaraan diplomatik saat ini telah memasuki fase “menentukan”.
Kehadiran Asim Munir di Teheran dipandang sebagai bagian dari upaya mediasi besar-besaran yang juga didukung Qatar.
| Update Hari ke-84 Perang Iran: AS-Iran Negosiasi Panas, Trump Ancam Langkah Drastis |
|
|---|
| Update Hari ke-82 Perang Iran: Iran Ancam Buka Front Baru, Trump Beri 3 Hari untuk Kesepakatan |
|
|---|
| Update Hari ke-81 Perang Iran: AS Tunda Serangan, Teheran Siap Hadapi Agresi Baru |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke-77: Hormuz Jadi Pusat Negosiasi Trump–Xi, Teheran Galang Dukungan BRICS |
|
|---|
| Update Hari ke-76 Perang Iran: JD Vance Klaim Ada Kemajuan, Israel Justru Gempur Lebanon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)