Minggu, 24 Mei 2026

Info Haji Aceh

Suhu Panas Menyengat, Jemur Pakaian Kering dalam 15 Menit

SUHU udara di Kota Mekkah kian panas dan menyengat, khususnya pada siang hari. Dalam sepekan terakhir, rata-rata suhu pada siang

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews
MELAPORKAN DARI MEKKAH - Kontributor Serambi Indonesia, Hasan Basri M Nur, melaporkan suasana haji dan kegiatan jamaah haji Aceh dari Mekkah, Arab Saudi. 

Laporan Hasan Basri M Nur dari Mekkah

Suhu udara di Kota Mekkah kian menyengat menjelang puncak ibadah haji. Jamaah asal Aceh memilih mengurangi aktivitas luar ruangan dan lebih banyak beribadah di sekitar hotel. Panas ekstrem membuat pakaian yang dijemur di rooftop hotel dapat kering hanya dalam 15-30 menit. Jamaah diminta menyimpan energi untuk menghadapi rangkaian ibadah Armuzna. Berikut laporan kontributor Serambi Indonesia, Hasan Basri M Nur dari Mekkah.

SUHU udara di Kota Mekkah kian panas dan menyengat, khususnya pada siang hari. Dalam sepekan terakhir, rata-rata suhu pada siang hari berkisar antara 42-45 derajat celcius. Jamaah asal Aceh yang menginap di Hotel Al Wahda Tower Group di kawasan Jarwal lebih banyak beraktivitas di hotel.

Pantauan Serambi, jamaah asal Aceh mayoritas melaksanakan aktivitas shalat fardhu berjamaah di mushalla hotel atau di masjid yang ada di dekat pemukiman. Kawasan Jarwal tempat jamaah Aceh bermukim termasuk padat penduduk dan terdapat banyak masjid atau mushalla. Suara azan terdengar sahut-sahutan tatkala waktu shalat tiba.

“Saya dan isteri memilih mengikuti arahan pihak penyelenggara haji agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Saya memilih shalat fardhu berjamaah di masjid di perkampungan yang hanya berjarak 100 meter dari hotel,” ujar jamaah asal Lhong Raya Banda Aceh, Surya Edy Rahman, Sabtu (23/05/2026).

“Imam shalat jamaah di masjid dalam perkampungan Arab sama fasihnya dengan imam di Masjidil Haram. Selain itu, kita juga dapat bersosialisasi dengan penduduk sekitar dan ini adalah nilai tambah bagi saya,” lanjut Surya Edy Rachman yang juga pegawai Badan Kesbangpol Aceh.

Pada pagi hari, sebagian jamaah melakukan aktivitas mencuci pakaian dengan mesin cuci di lantai dasar hotel. Lalu mereka menjemur pakaian di roof top hotel. Pakaian yang baru dicuci tersebut akan kering hanya dalam tempo 15-30 menit. Beberapa jamaah tampak menunggu cucian mereka hingga kering lalu mengangkatnya dari tali jemuran. Begitulah gambaran suhu udara yang menyengat di luar ruangan di Kota Mekkah.

Sementara itu, Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah RI Mulyadi Nurdin Lc, MH, saat meninjau penginapan jamaah haji asal Aceh pada Sabtu sore, berpesan agar jamaah mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mulyadi meminta jamaah untuk menyimpan energi agar dapat digunakan saat pergi ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Mulyadi mengatakan, wukuf di Arafah adalah rukun haji dan dilakukan di lapangan terbuka, beristirahat di tenda. Lalu melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina selama tiga hari tiga malam berturut-turut. “Jadi, simpanlah energi untuk Armuzna yang merupakan rukun dan wajib haji,” pesan Mulyadi.

Jamaah haji asal Aceh dari semua kloter akan bergerak ke Arafah pada Senin (25/05/2026) pagi. Mulai Sabtu siang mereka menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan ibadah haji di Armuzna. Secara umum kondisi jamaah asal Aceh baik dan siap menyambut puncak ibadah haji di Arafah pada Selasa 26 Mei 2026.(yos)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved