Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Amerika vs Iran

Sinyal Damai Iran dan AS: Selat Hormuz Berpeluang Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), turun sekitar 5 persen menjadi 91,63 dollar AS per barel.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Generate by AI
ILUSTRASI KILANG MINYAK 

Ringkasan Berita:
  • Harga minyak dunia anjlok lebih dari 5 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), setelah muncul laporan bahwa kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz memasuki tahap akhir negosiasi.
  • Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate, turun sekitar 5 persen menjadi 91,63 dollar AS per barel.
  • Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz berlangsung konstruktif.

 


SERAMBINEWS.COM - Harga minyak dunia anjlok lebih dari 5 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), setelah muncul laporan bahwa kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz memasuki tahap akhir negosiasi.

Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), turun sekitar 5 persen menjadi 91,63 dollar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional merosot ke level 98,27 dollar AS per barel atau kembali berada di bawah level psikologis 100 dollar AS per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz berlangsung konstruktif.

“Negosiasi berlangsung secara tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu para perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak kita,” ujar Trump dalam unggahan media sosialnya pada Minggu (24/5/2026).

Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2026), Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dan sejumlah isu lain pada dasarnya telah dinegosiasikan dan akan segera diumumkan.

Namun, optimisme pasar sempat tertahan setelah Trump kembali menegaskan pemerintah AS tidak akan terburu-buru menandatangani kesepakatan.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebutkan bahwa meski telah ada kemajuan signifikan, kesepakatan belum akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Baca juga: VIDEO AS Kembali Sita Kapal Tanker Disebut Angkut Minyak Mentah dari Iran

Fokus Kesepakatan: Selat Hormuz dan Program Nuklir

Kesepakatan tersebut disebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri konflik, serta mendorong Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya.

Tahap pertama perjanjian mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Dalam periode tersebut, lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan kembali dibuka dan negosiasi terkait program nuklir Iran tetap dilanjutkan.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz dapat kembali ke level sebelum perang dalam waktu 30 hari apabila kesepakatan tercapai.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) telah memasuki tahap akhir.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved