AS dan Israel Serang Iran
Iran Balas Serangan AS, Drone dan Rudal Hantam Pangkalan Armada Kelima di Bahrain
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran secara terbuka mengumumkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dengan melancarkan
Ringkasan Berita:
- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan itu sebagai respons langsung atas operasi militer AS di wilayah selatan Iran.
- Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, IRGC menegaskan bahwa bentrokan masih berlangsung dan memperingatkan kemungkinan eskalasi yang lebih besar jika Washington terus melanjutkan “agresi militernya”.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran secara terbuka mengumumkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dengan melancarkan serangan pesawat tak berawak ke pangkalan militer United States Fifth Fleet di Bahrain.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan itu sebagai respons langsung atas operasi militer AS di wilayah selatan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, IRGC menegaskan bahwa bentrokan masih berlangsung dan memperingatkan kemungkinan eskalasi yang lebih besar jika Washington terus melanjutkan “agresi militernya”.
“Iran tidak akan tinggal diam,” bunyi pernyataan tersebut, seraya menekankan bahwa tindakan balasan berikutnya bisa jauh lebih keras.
Sasaran AS di Iran Selatan
IRGC juga mengonfirmasi bahwa AS sebelumnya menggempur sejumlah titik strategis di Iran selatan, termasuk Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm. Serangan itu dilaporkan merusak menara telekomunikasi serta menghancurkan dua tangki air di Distrik Bemani, Sirik.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Trump Murka dan Serukan Pembalasan
Menurut dua sumber kepada CNN, serangan awal AS menargetkan sistem pertahanan udara dan radar Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia.
Menlu Iran: “Tak Ada Serangan Tanpa Balasan”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan sikap Teheran yang keras.
Dalam unggahan di platform X pada Selasa, ia menyatakan bahwa setiap serangan AS akan dibalas.
“Terlepas dari kekalahan mereka di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang tangguh tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa tanggapan,” tulis Araghchi.
Ia bahkan mengeluarkan peringatan terbuka kepada pasukan AS di kawasan: “Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman.”
Mengapa Armada Kelima Jadi Target?
Armada Kelima AS di Bahrain merupakan salah satu kekuatan laut paling strategis Washington di kawasan.
Armada ini berada di bawah U.S. Central Command dan U.S. Naval Forces Central Command, dengan markas di Naval Support Activity Bahrain, Manama.
Wilayah operasinya mencakup perairan krusial seperti Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, hingga sebagian Samudra Hindia, termasuk jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Misi utamanya menjaga keamanan maritim, melindungi kepentingan AS dan sekutunya, serta memastikan arus perdagangan global tetap lancar.
Dengan menjadikan Armada Kelima sebagai sasaran, Iran mengirimkan pesan tegas: konflik tidak lagi berhenti di wilayahnya sendiri, tetapi menyasar langsung simbol kehadiran militer AS di Timur Tengah.
Ketegangan pun kini berada di titik paling rawan, dengan dunia menanti apakah eskalasi berikutnya bisa dihindari.(*)
Iran Balas Serangan AS
Pangkalan Milter AS
Pangkalan Milter Armada Kelima di Bahrain
Serambinews.com
As dan Israel Serang Iran
| AS Bombardir Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Serang AS usai Dihantam Drone Shahed di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Trump Murka dan Serukan Pembalasan |
|
|---|
| Iran Gempur Pangkalan Udara Strategis Israel, Nevatim dan Tel Nof Jadi Sasaran |
|
|---|
| Trump: Uranium Iran akan Dimusnahkan, dengan Jalan Diplomasi atau Kekuatan Militer |
|
|---|
| Iran Hujani Israel dengan Rudal, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Beirut Kembali Dibombardir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Satu-di-antara-Pangkalan-Militer-AS-di-Irak.jpg)