Perang Iran vs AS
Damai AS-Iran Bikin Bursa Asia Melejit, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun
Pasar keuangan global merespons positif kabar terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan menuju
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Damai AS-Iran Bikin Bursa Asia Melejit, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun, Selat Hormuz Bersiap Dibuka Kembali
SERAMBINEWS.COM – Pasar keuangan global merespons positif kabar terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan menuju berakhirnya konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik melonjak tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026), sementara harga minyak dunia justru mengalami penurunan signifikan setelah Washington dan Teheran mengumumkan kerangka kerja kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Senin (15/6/2026), pengumuman tersebut memicu optimisme investor bahwa gangguan pasokan energi global yang telah berlangsung selama hampir empat bulan akan segera berakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya telah mencapai sebuah “kesepakatan” dengan Iran.
Baca juga: Trump Rayakan Kesepakatan Damai Iran, Selat Hormuz Dibuka Kembali, Tapi Ancaman Baru Masih Mengintai
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran komersial internasional dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan segera dicabut.
“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.
Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengonfirmasi bahwa kedua negara telah menyepakati rumusan nota kesepahaman sebagai dasar penghentian konflik.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya turut berperan dalam proses mediasi dan menyebut penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.
Baca juga: AS–Iran Capai Kesepakatan Damai, Trump Umumkan Selat Hormuz Dibuka Kembali
Bursa Saham Asia Langsung Menguat
Kabar tersebut langsung mendorong lonjakan indeks saham di berbagai negara Asia.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hingga 5,5 persen pada perdagangan pagi.
Kenaikan lebih besar terjadi di Korea Selatan, dengan indeks Kospi melesat hingga 5,7 persen.
Di Taiwan, indeks Taiex naik sekitar 2,7 persen.
Sementara indeks ASX200 Australia menguat sekitar 1,5 persen.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng sempat naik sekitar 1 persen sebelum memangkas sebagian kenaikannya menjelang siang hari.
Optimisme juga terlihat pada pasar Amerika Serikat.
Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks S&P 500 naik sekitar 1 persen.
Sedangkan kontrak berjangka Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi meningkat sekitar 1,8 persen.
Analis menilai pasar merespons berkurangnya risiko geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir menekan aktivitas ekonomi global.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Teheran Tegaskan Negosiasi Belum Tuntas
Harga Minyak Turun Tajam
Berbeda dengan pasar saham yang menguat, harga minyak dunia justru mengalami penurunan.
Minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun sekitar 4,5 persen hingga berada di bawah level 83,40 dolar AS per barel.
Penurunan ini dipicu harapan bahwa pasokan minyak dari kawasan Teluk akan kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka.
Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, mengatakan pasar sebenarnya sudah mulai bereaksi sejak pekan lalu ketika Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan hampir tercapai.
Namun, konfirmasi resmi dari kedua pihak memberikan dorongan tambahan bagi investor.
Menurutnya, turunnya harga minyak akan membantu mengurangi tekanan inflasi yang selama ini menjadi perhatian bank sentral di berbagai negara.
Fokus pasar kini beralih pada keputusan suku bunga yang akan diumumkan Federal Reserve AS dalam waktu dekat.
Baca juga: Update Hari ke-105 Perang Iran: Trump Mendadak Batalkan Serangan, Klaim Damai Sudah Dekat
Selat Hormuz Kunci Stabilitas Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk.
Sejak konflik meningkat dan jalur tersebut terganggu, pasokan minyak global berkurang sekitar 14 juta barel per hari menurut Badan Energi Internasional.
Gangguan tersebut menyebabkan lonjakan harga energi di berbagai negara dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.
Meski demikian, para pelaku industri memperingatkan bahwa normalisasi tidak akan terjadi dalam waktu singkat.
Direktur Pelaksana Asosiasi Asuransi Risiko Perang Bersama Pemilik Kapal Norwegia, Svein Ringbakken, mengatakan ribuan kapal masih terjebak di sekitar kawasan Teluk.
Baca juga: Trump: AS Tak Akan Kembali Berperang dengan Iran Kecuali Tentara Amerika Tewas
Menurutnya, diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengurai antrean kapal, memperbaiki infrastruktur pelabuhan yang rusak, serta memastikan jalur pelayaran bebas dari ancaman ranjau laut.
Hal senada disampaikan Ketua Safesea Group, SV Anchan.
Ia menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa situasi akan segera normal.
Menurutnya, keberhasilan kesepakatan akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan dan kepastian keamanan bagi kapal-kapal yang melintas.
Meski masih menyisakan sejumlah tantangan, pengumuman kerangka kerja perdamaian antara AS dan Iran telah memberikan harapan baru bagi pasar global setelah berbulan-bulan dibayangi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Update Hari ke-102 Perang Iran: Trump Ultimatum Netanyahu, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Trump Rayakan Kesepakatan Damai Iran, Selat Hormuz Dibuka Kembali, Tapi Ancaman Baru Masih Mengintai |
|
|---|
| Update Hari ke-106 Perang Iran: AS dan Teheran Klaim Kesepakatan Damai Sudah di Depan Mata |
|
|---|
| Perang Iran-AS Mendekati Akhir? Teheran Sebut Kesepakatan Kian Dekat |
|
|---|
| Benarkah AS Diam-diam Kirim 100 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz? Klaim Trump Diragukan |
|
|---|
| Selat Hormuz Kian Mencekam, Serangan AS Tewaskan Tiga Pelaut India |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)