Kupi Beungoh
Retaker UKMPPD dan Sistem Pendidikan Dokter
Prof Rajuddin soroti banyaknya retaker UKMPPD gagal berulang. Ia menilai ada masalah sistemik dalam pendidikan kedokteran.
Kelima, sistem pendidikan dokter harus kembali menempatkan kemanusiaan sebagai inti. Pendidikan tidak boleh berubah menjadi sekadar “mesin seleksi” yang membiarkan mahasiswa jatuh satu per satu tanpa pendampingan.
Karena tujuan pendidikan bukan mencari siapa yang paling tahan menderita. Tujuan pendidikan dokter adalah memastikan sebanyak mungkin mahasiswa mampu mencapai kompetensi secara aman dan bermartabat.
Di sinilah pesan Yohanes Surya (bapak fisika Indonesia) menjadi sangat relevan: “Tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanyalah anak yang belum mendapatkan kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang baik.”
Dalam konteks pendidikan kedokteran, kalimat itu memiliki makna yang mendalam. Ketika retaker terus bertambah, mungkin persoalannya bukan semata-mata pada mahasiswa. Bisa jadi sistem pendidikan belum sepenuhnya berhasil menemukan cara terbaik untuk mendidik mereka.
UKMPPD bukan musuh bagi mahasiswa, melainkan termometer mutu pendidikan dokter nasional. Namun, ketika termometer menunjukkan banyak “demam”, yang harus diperbaiki bukan termometernya semata, melainkan keseluruhan sistem yang menyebabkan penyakit itu muncul.
Pada akhirnya, persoalan retaker UKMPPD bukan sekadar kegagalan mahasiswa dalam ujian, melainkan refleksi atas kompleksitas pendidikan kedokteran di Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara standar kompetensi, mutu pembelajaran, pembinaan akademik, dan nilai-nilai kemanusiaan.
UKMPPD tetap penting sebagai instrumen untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien. Namun, meningkatnya jumlah retaker menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kurikulum, metode pembelajaran, asesmen internal, pembinaan clinical reasoning, kualitas dosen klinik, serta sistem remediasi dan pendampingan mahasiswa.
Tujuan utama pendidikan kedokteran sejatinya bukan sekadar meluluskan peserta ujian, melainkan membentuk dokter yang kompeten, aman, beretika, humanis, dan mampu melayani masyarakat dengan baik. (email:rajuddin@usk.ac.id)
Penulis adalah Guru Besar Universitas Syiah Kuala; Ketua IKA UNDIP Aceh; Sekretaris ICMI Orwil Aceh.
| Ketika Balai Pengajian Mulai Tergeser oleh Dunia Digital |
|
|---|
| Aceh - Sumatra Gelap: Alarm Krisis Listrik Nasional dan Jalan Ilmiah Menuju Energi 100 Persen Stabil |
|
|---|
| Di Antara Mimpi Allende dan Keteguhan Castro, Kemana Arah Perubahan Indonesia? |
|
|---|
| Pemilu Mendatang, Saatnya Aceh Menata Ulang Dapil |
|
|---|
| Judi Online di Aceh: Antara Hukuman, Kesadaran, dan Efek Jera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ProfDrdr-Rajuddin-SpOGKSubspFER.jpg)