Jumat, 29 Mei 2026

Kupi Beungoh

Sensasi Jinto Kude, Tradisi Unik dari Aceh Tenggara yang Penuh Makna

Mengikuti acara Jinto Kude pada Pemamanan Adat di Kota Cane, Aceh Tenggara menjadi salah satu pengalaman paling berharga...

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
WIDIA DEWINTA - Widia Dewinta, Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia USK saat mengikuti tradisi Jinto Kude. 

Oleh: 

Widia Dewinta, Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia USK

SERAMBINEWS.COM - Mengikuti acara Jinto Kude pada Pemamanan Adat di Kota Cane, Aceh Tenggara menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Pada hari itu, suasana kota terlihat begitu ramai dan meriah. Masyarakat berkumpul untuk menyaksikan jalannya tradisi adat yang sudah diwariskan sejak lama. Saya mengenakan pakaian adat yang penuh hiasan berwarna merah, hijau, dan emas yang tampak indah dan khas budaya Alas. Ketika saya mulai menaiki kuda, hati saya terasa campur aduk antara gugup, senang, dan bangga.

Awalnya saya merasa sedikit takut karena harus duduk di atas kuda sambil menjadi perhatian banyak orang. Namun, setelah perjalanan dimulai, rasa takut itu perlahan hilang dan berubah menjadi rasa bahagia. Saya bisa melihat masyarakat tersenyum, melambaikan tangan, dan mengabadikan momen tersebut. Di sepanjang jalan terdengar suara ramai dan semangat dari orang-orang yang hadir membuat suasana semakin hidup. Saya merasa seperti benar-benar menjadi bagian dari budaya dan tradisi besar masyarakat Aceh Tenggara.

Bagi saya, mengikuti Jinto Kude bukan hanya sekadar acara adat biasa, tetapi juga pengalaman yang mengajarkan arti kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya daerah. Saya merasakan betapa pentingnya menjaga adat istiadat agar tidak hilang ditelan zaman. Melihat banyak generasi muda ikut hadir dan memeriahkan acara membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari masyarakat yang masih menjaga tradisi leluhur.

Selain itu, pengalaman ini juga memberikan kenangan yang sangat indah dan sulit dilupakan. Saat berada di atas kuda dengan pakaian adat lengkap, saya merasakan kepercayaan diri dan kebanggaan tersendiri. Saya merasa dihargai dan senang karena bisa ikut memeriahkan acara pemamanan adat tersebut. Momen itu membuat saya semakin mencintai budaya Aceh Tenggara dan ingin terus melestarikannya di masa depan.

Acara Jinto Kude bukan hanya tentang penampilan atau kemeriahan semata, tetapi juga tentang nilai budaya, kekeluargaan, dan persatuan masyarakat. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa adat adalah identitas yang harus dijaga bersama. Sampai sekarang, ketika melihat foto-foto saat acara berlangsung, saya selalu teringat pada suasana penuh kebahagiaan, semangat, dan rasa bangga yang saya rasakan pada hari itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved