Rabu, 10 Juni 2026

Ramadhan 2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-24 Ramadhan: Mendapat 24 Doa Mustajab yang Dikabulkan

Hal ini menggambarkan betapa besarnya peluang seorang hamba untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah pada malam-malam Ramadhan.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
SHALAT TARAWIH - Inilah keutamaan yang didapatkan bagi orang-orang yang mengerjakan shalat tarawih pada malam ke-24 Ramadhan 1447 H/2026. 

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab dalam Ramadhan dengan memperbanyak doa

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa memiliki kedudukan khusus di hadapan Allah sehingga doanya lebih mudah dikabulkan. 

Jika pada siang hari seorang Muslim berpuasa dan pada malam harinya ia menghidupkan Ramadhan dengan shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, maka peluang terkabulnya doa menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, malam ke-24 Ramadhan seharusnya dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah, terutama doa yang dipanjatkan dengan penuh harapan dan kerendahan hati. 

Pada malam yang penuh berkah ini, seorang Muslim dianjurkan memohon ampunan, meminta kebaikan dunia dan akhirat, serta berdoa untuk keselamatan dirinya, keluarga, dan seluruh umat Islam. 

Niat Shalat Tarawih

Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar (sebelum shalat subuh).

Shalat sunnah ini bisa dikerjakan secara munfarid atau sendirian tanpa imam, bisa juga dikerjakan secara berjamaah.

Dalam pelaksanaannya, ada yang melaksanakan shalat tarawih sebanyak 8 rakaat, namun ada juga yang mengerjakan sebanyak 20 rakaat.

1. Niat shalat tarawih secara sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

2. Niat shalat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved