Selebritis
Dihujat karena Tetap Keluar saat Kena Campak, Ruce Nuanda Minta Maaf Ternyata Bisa Tularkan 18 Orang
Ia mengaku tidak menyangka situasi tersebut akan menjadi besar dan menuai kritik luas di media sosial.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Campak sendiri dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Karena itu, penderita umumnya dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penyebaran virus.
Masih melansir dari laman yang sama, campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan paling tinggi, bahkan satu penderita dapat menularkan virus ke hingga 18 orang di sekitarnya.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), menegaskan bahwa penularan campak terjadi melalui udara dan dapat menyebar sangat cepat terutama di lingkungan padat.
“Jadi penularan campak itu bukan main. Mirip seperti TBC, bayangkan dari satu itu bisa ke 18,” kata Prof.
Anggraini dalam seminar media, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (28/2/2026). Tingginya tingkat penularan ini membuat campak berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) jika cakupan imunisasi tidak memadai.
Menular lewat udara, bukan sekadar sentuhan Prof. Anggraini menjelaskan bahwa campak menular melalui percikan batuk, bersin, bahkan saat berbicara.
Virus campak dapat melayang di udara dan bertahan pada permukaan maupun debu di sekitar selama beberapa waktu.
Lingkungan yang lembap, padat penduduk, serta minim ventilasi meningkatkan risiko penyebaran. Masa inkubasi virus dapat mencapai tiga minggu, sehingga seseorang bisa membawa virus tanpa menyadari dirinya telah terinfeksi.
Penularan tetap terjadi hingga ruam benar-benar mengering dan menggelap.
“Sampai pada akhirnya ruam muncul 10 harian lebih, barulah anak atau kita yang bekerja baru boleh bekerja lagi, karena kalau tidak akan menularkan ke sekitarnya,” ujar Prof. Anggraini.
Gejala awal yang sering dianggap sepele
Campak biasanya diawali demam tinggi disertai gejala yang dikenal sebagai 3C, yaitu: Coryza (pilek) Cough (batuk) Conjunctivitis (mata merah)
Setelah fase awal selama tiga hingga lima hari, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari belakang telinga dan garis rambut, lalu menyebar ke wajah, tubuh, lengan, hingga tungkai.
“Khas dari campak pada stadium konvalesen, dia berubah makin mengumpul ruamnya, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik,” jelas Prof. Anggraini.
| Sarwendah Kini Minta Maaf, Akui Videonya Picu Kegaduhan di Media Sosial Usai Sebut Ruben Onsu Cong |
|
|---|
| Pernikannya dengan Tsaqib Kejutkan Publik, Ini Profil Adhisty Zara hingga Kisah Cintanya |
|
|---|
| Dewi Perssik Sentil Aldi Taher: Jangan Seolah Jadi Ayah Gabriel di Publik |
|
|---|
| Arti Nama Soleil Cucu Maia Estianty & Ahmad Dhani, Alyssa Daguise Tulis Pesan Haru untuk Al Ghazali |
|
|---|
| Unggah Foto Lawas, Ahmad Dhani Ungkap Kronologi Nikahi Mulan Jameela hingga Lahir Safeea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Selebgram-Ruce-Nuenda-campak.jpg)