Feature
Faridah Zetty, Putri Malaysia Keturunan Aceh Berkarir di AFC
Faridah Zetty berkarier sebagai pereka grafik di Asian Football Confederation (AFC), induk organisasi sepak bola Asia yang bermarkas di Kuala Lumpur
Nama Faridah Zetty binti Mansyur mungkin masih terdengar baru bagi sebagian orang, namun di balik usianya yang baru 22 tahun, putri Malaysia keturunan Aceh ini sudah menorehkan prestasi membanggakan.
Ia kini berkarier sebagai pereka grafik di Asian Football Confederation (AFC), induk organisasi sepak bola Asia yang bermarkas di Kuala Lumpur. Faridah lahir pada 26 Maret 2003 dan baru menyelesaikan pendidikannya dengan jurusan Diploma Reka Bentuk Grafik di Politeknik Muadzam Shah, Pahang, Malaysia, pada Senin (22/9/2025) kemarin.
Putri ke-5 Datuk Mansyur dari istri ketiganya, Datin Melor Husin ini dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,91serta meraih Anugerah Ketua Jabatan.
Tak hanya unggul di bidang akademik, Faridah juga aktif dalam kegiatan kampus. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Program acara besar Viscom, sebuah pameran karya akhir mahasiswa seni visual. Pengalaman itu memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajemen proyeknya.
“Dalam peranan ini, saya bertanggung jawab mengatur dan merancang aliran kerja keseluruhan, sekaligus meningkatkan kemahiran kepimpinan dan pengurusan proyek saya,” ujar Faridah kepada Serambi, Selasa (23/9/2025).
Selama kuliah, Faridah juga menjalani latihan industri di AFC. Bakat dan ketekunannya membuat ia langsung direkrut menjadi pereka grafik junior. Hingga kini terhitung sudah lebih dari setahun ia bekerja di sana dan menghasilkan karya visual yang mendukung berbagai aktivitas sepak bola Asia.
“Perjalanan saya membuktikan bahawa di mana sahaja kita belajar, sama ada di institusi kerajaan atau swasta, kejayaan bergantung pada usaha dan minat kita sendiri,” ujarnya.
“Saya ingin merakamkan setinggi-tinggi penghargaan kepada ibu bapa saya atas kepercayaan mereka dalam membenarkan saya membuat keputusan sendiri berkaitan kursus dan tempat pengajian,” sambungnya.
Kesuksesan Faridah tentu tak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang ayah, Datuk Mansyur Usman, Presiden Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia (Permebam). Ia selama ini aktif membangun komunitas diaspora Aceh di Malaysia, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak Aceh perantauan untuk mampu bersaing di kancah global.
Datuk Mansyur berharap prestasi yang diraih putrinya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh di luar negeri. “Pada dulunya Aceh terkenal dengan wanita-wanita bangsawan seumpama Cut Nyak Dhien dan Cut Meutia yang bisa menjaga marwah bangsa dan Agama. Hari ini dengan adanya berbagai kemudahan IT, komunikasi dapat memicu segala kemudahan dan kemajuan. Aceh akan bangkit kembali di tangan wanita anak-anak Aceh saat ini,” ungkapnya.(ra)
| Wagub Jenguk Korban Kasus Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya |
|
|---|
| Banjir Akibat Luapan Krueng Meureudu, Genangan di Negeri Japakeh Luka yang Terulang |
|
|---|
| Fathina Almahira Sakhi, Siswi Farhan Lulus di 12 Kampus Luar Negeri |
|
|---|
| Tipu Korban Rp 696 juta, Mantan Kadis Ditahan dalam Kasus Penipuan Bermodus Proyek di Bener Meriah |
|
|---|
| Aceh Berduka, Penyumbang Pesawat Pertama Indonesia Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Senyum-Datuk.jpg)