Kamis, 23 April 2026

Ramadan 2026

Bacaan Doa Kamilin Usai Tarawih Ramadan 2026: Lengkap Dalam Teks Arab, Latin dan Artinya

Doa Kamilin memang sudah menjadi tradisi di banyak masjid. Biasanya dibaca setelah sholat Tarawih dan sebelum Witir.

Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Doa Kamilin menjadi penutup Tarawih 

SERAMBINEWS.COM – Setiap Ramadan, ada satu momen yang selalu dinanti setelah rangkaian sholat Tarawih selesai. Jamaah masih berdiri rapat, suasana masjid terasa khusyuk, lalu lantunan Doa Kamilin pun dibacakan bersama-sama.

Doa Kamilin memang sudah menjadi tradisi di banyak masjid. Biasanya dibaca setelah sholat Tarawih dan sebelum Witir.

Isinya panjang, namun sarat makna memohon iman yang sempurna, keteguhan dalam beribadah, hingga harapan agar kelak termasuk golongan yang selamat dan meraih surga.

Pada Ramadan 2026, yang bertepatan dengan 1447 Hijriah, Doa Kamilin kembali menjadi bacaan yang akrab terdengar setiap malam.

Bagi yang mendapat amanah sebagai bilal, atau ingin membacanya sendiri di rumah, berikut teks lengkap Doa Kamilin dalam tulisan Arab, Latin, serta terjemahannya.

Teks Doa Kamilin (Arab)

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Teks Latin

Allahummaj‘alnaa bil iimaan kaamiliin. Wa lil faraa-idli mu-addiin. Wa lish shalaati haafidziin. Wa liz zakaati faa‘iliin. Wa limaa ‘indaka thaalibiin. Wa li‘afwika raajiin. Wa bil hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridliin. Wa fid dunyaa zaahidiin. Wa fil aakhirati raaghibiin. Wa bil qadlaa-i raadhliin. Wa lin ni‘maa-i syaakiriin.

Wa ‘alal balaa-i shaabiriin. Wa tahta liwaa-i Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyaamati saairiin wa ‘alal haudli waaridiin. Wa ilal jannati daakhiliin. Wa minan naari naajiin. Wa ‘alaa sariiril karaamati qaa‘idiin. Wa bihuurin ‘iin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha‘aamil jannati aakiliin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariiqo wa ka’sin min ma‘iin.

Ma‘al ladziina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyina wash shiddiqiina wasy syuhadaa-i wash shaalihiin. Wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa. Dzaalikal fadllu minallaah, wa kafaa billaahi ‘aliimaa.

Allahummaj‘alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakah minas su‘adaa-il maqbuuliin. Wa laa taj‘alnaa minal asyqiya-il marduudiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihii wa shahbihii ajma‘iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin. Wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Baca juga: Daftar Negara Mulai Puasa Ramadhan 1447 H Hari Ini: Hilal Terlihat di Arab Saudi, Palestina, dan UEA

Artinya

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban, yang menjaga salat, yang menunaikan zakat, yang selalu mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharap ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk-Mu, yang menjauhi kebatilan, yang zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.

Yang ridha atas ketentuan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-Mu, yang sabar atas musibah, yang berada di bawah panji Nabi Muhammad pada hari kiamat, yang mendatangi telaganya, yang masuk surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di tempat kemuliaan, yang mengenakan pakaian sutra, yang menikmati hidangan surga, yang minum susu dan madu murni bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk golongan yang berbahagia dan diterima amalnya, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.

Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Sholat Tarawih 20 Rakaat atau 8 Rakaat? Begini Penjelasan dan Tata Cara Mengerjakannya

Keutamaan Shalat Tarawih Hari ke-1 sampai ke-30 Ramadhan

Setiap malam Ramadan, suasana masjid terasa berbeda. Usai salat Isya, saf kembali dirapatkan.

Anak-anak, orang tua, hingga remaja berdiri berdampingan menunaikan shalat Tarawih. Ibadah sunnah yang satu ini memang selalu punya tempat istimewa di hati umat Islam.

Shalat Tarawih berstatus sunnah muakad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

 Banyak umat Muslim meyakini, di balik setiap malam Tarawih tersimpan keutamaan yang berbeda-beda, dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadan.

Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadan.

Berikut ringkasannya dari malam pertama hingga terakhir:

Malam 1
Dosa orang mukmin yang melaksanakan Tarawih diampuni, seperti bayi yang baru dilahirkan.

Malam 2
Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya, jika keduanya beriman.

Malam 3
Malaikat menyeru dari bawah ‘Arsy agar ia terus beramal saleh, dan dosa-dosanya yang lalu diampuni.

Malam 4
Mendapat pahala seperti membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.

Malam 5
Diberi pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Malam 6
Mendapat pahala seperti orang yang tawaf di Baitul Makmur, bahkan bebatuan memohonkan ampun untuknya.

Malam 7
Seolah-olah bertemu Nabi Musa dan menolongnya dari bala tentara Fir’aun dan Haman.

Malam 8
Diberi karunia sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.

Malam 9
Mendapat pahala seperti ibadah para nabi.

Malam 10
Dikabulkan kebaikan dunia dan akhirat.

Malam 11
Keluar dari dunia (wafat) dalam keadaan suci seperti saat dilahirkan.

Malam 12
Datang pada hari kiamat dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama.

Malam 13
Selamat dari segala keburukan pada hari kiamat.

Malam 14
Malaikat menjadi saksi baginya dan tidak dihisab amalnya.

Malam 15
Didokan keselamatan oleh para malaikat dan malaikat penyangga ‘Arsy.

Malam 16
Dicatat sebagai orang yang selamat dari neraka dan berhak masuk surga.

Malam 17
Mendapat pahala seperti para nabi.

Malam 18
Malaikat menyeru bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan kedua orang tuanya.

Malam 19
Ditinggikan derajatnya di surga Firdaus.

Malam 20
Diberi pahala seperti orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.

Malam 21
Dibangunkan rumah dari cahaya di surga.

Malam 22
Diselamatkan dari kesusahan dan kebingungan di hari kiamat.

Malam 23
Dibangunkan sebuah kota di surga.

Malam 24
Dikabulkan 24 doa baginya.

Malam 25
Dihilangkan siksa kuburnya.

Malam 26
Dilimpahkan pahala selama 40 tahun.

Malam 27
Melewati jembatan shirath seperti kilat yang menyambar.

Malam 28
Ditinggikan seribu derajat di dalam surga.

Malam 29
Diberi pahala seribu ibadah haji yang diterima.

Malam 30
Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, makanlah buah surga, minumlah minuman surga, mandilah dari air surga. Aku Tuhanmu dan engkau hamba-Ku.”

Terlepas dari perbedaan pendapat ulama mengenai kekuatan riwayat tersebut, semangatnya tetap sama: Ramadan adalah momentum memperbanyak ibadah. Shalat Tarawih menjadi salah satu cara untuk menghidupkan malam-malam penuh berkah.

Karena itu, sayang rasanya jika kesempatan sebulan penuh ini dilewatkan begitu saja. Setiap malam adalah peluang, dan setiap rakaat adalah harapan.

(Serambinews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved