Minggu, 12 April 2026

Video

VIDEO Akses Darat Terputus, Warga Langsa di Banda Aceh Sewa Perahu untuk Pulang

Sembilan warga Kota Langsa akhirnya memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh setelah upaya melalui darat dan udara gagal total.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak sembilan warga Kota Langsa akhirnya memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh setelah upaya melalui darat dan udara gagal total.

Mereka menyewa perahu nelayan dengan biaya Rp 25 juta demi bisa kembali ke keluarga yang sudah empat hari hilang kontak akibat banjir.

Tiga di antara mereka, yakni Peru (40) warga Matang Seulimeng, Bustami Husen (36) warga Gampong Jawa, dan Diki Fernando (39) warga Birem Puntong, awalnya datang ke Banda Aceh pada Senin (24/11/2025) untuk mengikuti kegiatan Kementerian ESDM di Hotel Hermes. 

Namun, rencana kepulangan berubah menjadi perjuangan panjang.

Pada Rabu (26/11/2025), rombongan mencoba pulang lewat jalur darat. 

Namun, perjalanan terhenti di Kutablang, Bireuen, setelah jembatan utama putus total diterjang banjir. 

Mereka kemudian memutuskan kembali ke Banda Aceh, karena di Bireuen kesulitan mendapatkan makanan. 

Upaya berikutnya melalui jalur udara juga gagal. Informasi yang mereka terima menyebutkan akses dari Medan ke Langsa terhenti akibat banjir di Tanjungpura dan longsor di Aceh Tamiang.

Baca juga: Korban Banjir di Lamkawe Kembang Tanjong Pidie Mulai Kelaparan, Masih Minim Bantuan

Setelah tiga hari terkatung-katung di Banda Aceh, mereka berinisiatif menyewa perahu nelayan. 

Karena biaya sewa sangat besar, pesan melalui WhatsApp disebarkan agar warga lain bisa bergabung. 

Tak lama, Muhammad Mirza (48) dari Gampong Blang ikut serta, mengusulkan beberapa warga lain yang menitipkan bantuan untuk keluarga terdampak banjir di Langsa.

Menjelang keberangkatan Minggu (30/11/2025), jumlah rombongan bertambah menjadi sembilan orang, termasuk petugas Telkom yang ikut membawa perangkat komunikasi ke Aceh Timur.

Bustami Husen menuturkan, perjalanan laut diperkirakan memakan waktu 15 jam.

Meski risiko penuh dan biaya besar, jalur ini menjadi satu-satunya harapan. 

Ia terus memikirkan tiga anaknya yang masih bocah, bahkan satu orang baru berusia dua bulan. 

Selain membawa diri, rombongan juga mengangkut logistik titipan warga Langsa untuk keluarga mereka yang menjadi korban banjir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved