Video

VIDEO Kumpulan Video Hari-hari Mencekam di Aceh Tamiang

Satu per satu video yang merekam dampak bencana Siklon Senyar 25 di Kabupaten Aceh Tamiang muncul ke publik.  

Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM – Satu per satu video yang merekam dampak bencana Siklon Senyar 25 di Kabupaten Aceh Tamiang muncul ke publik.  

Video-video yang merekam momen mencekam ini muncul menyusul mulai terbukanya akses ke luar dari Aceh Tamiang, terutama ke arah Langsa.

Warga Aceh Tamiang yang sudah mendapatkan energi listrik dan sinyal HP di Langsa, mengupload video-video yang mereka rekam ke media sosial.

Di antara video yang diupload warga itu merekam momen menegangkan saat detik-detik bencana banjir bandang menghantam permukiman warga.

Pada, Rabu (3/12/2025), Serambinews.com juga mendapat kiriman sejumlah video yang direkam oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Aceh Tamiang, Ishak Kureng dan rekan-rekannya. Ishak Kureng mengatakan, rumahnya sudah hancur lebur dihantam air bah.

Dia baru bisa keluar dari Kuala Simpang pada Selasa (2/12/2025) untuk mengisi energi ke Langsa.

Pada Rabu tadi, Ishak dan rekan-rekannya kembali ke Kuala Simpang untuk membantu orang-orang yang sedang menghadapi kesulitan di kabupaten yang berbatasan dengan Sumatera Utara ini.

Ishak dan rekan-rekannya juga merekam kondisi Kota Kuala Simpang yang sudah hancur lebur dihantam Siklon Senyar 2025.

Pada salah satu video terlihat jalanan Kota Kuala Simpang dipenuhi bangkai binatang yang telah membusuk dan bengkak.

Berikut rekaman hari ke hari suasana Aceh Tamiang yang dikirim Ishak Kureng kepada Serambinews.com.

Dalam video itu, seorang rekan Ishak menggambarkan kondisi yang terjadi di Aceh Tamiang, hampir setara dengan bencana tsunami yang menghantam Banda Aceh pada Desember 2004 lalu.

Mereka sangat berharap kehadiran pemerintah pusat dan relawan kemanusiaan untuk membantu menyelamatkan warga yang kini mulai kelaparan dan terancam berbagai penyakit pascabanjir.

Untuk diketahui, bangkai hewan yang terendam air, terutama setelah bencana seperti banjir, menimbulkan risiko kesehatan serius dan kontaminasi lingkungan.

Pembusukan menghasilkan zat beracun dan bakteri patogen yang dapat mencemari sumber air minum dan menyebabkan penyakit. (*)

Editor: Aldi Rani
VO: Ilham

Baca juga: VIDEO - Tragis! Warga Aceh Tamiang Minum Air Banjir karena Tak Ada Bantuan

Baca juga: VIDEO - Miris! Mahasiswi di Pengungsian Aceh Tamiang Hanya Makan Singkong

Baca juga: Kisah Pilu Korban Bencana Aceh Tamiang, Ibu Terpaksa Beri Minum Bayinya dengan Air Banjir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved