Minggu, 24 Mei 2026

Video

VIDEO - Haji Uma dan Kodim Tamiang Bantu Bersihkan Material Longsor

Distribusi dilakukan melalui udara karena seluruh jalur darat tidak dapat dilalui akibat genangan banjir dan longsor.

Tayang:
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Teuku Raja Maulana

SERAMBINEWS.COM, TAMIANG - Arus transportasi Medan–Aceh lumpuh total akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan Bukit Seumadam, Aceh Tamiang, Senin (1/12/2025). Genangan air sepanjang satu kilometer dan timbunan material longsor sekitar 500 meter menutup badan jalan, membuat ratusan truk, angkutan umum, serta kendaraan pribadi terhenti. 

Kondisi ini menyebabkan pasokan sembako menuju Aceh terputus selama beberapa hari terakhir. Melihat situasi tersebut, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, turun langsung ke lokasi terdampak.  Ia mengarungi banjir menggunakan perahu milik warga untuk mencapai titik longsor, sebelum menggelar rapat koordinasi dengan pihak Kodim 0117 Aceh Tamiang yang diwakili Kasdim.

Dalam pertemuan itu, Kodim 0117 sepakat bahwa penanganan darurat harus segera dilakukan, terutama pembersihan material longsor menggunakan eskavator agar jalur kembali bisa dilalui. Untuk mempercepat proses tersebut, Haji Uma ikut menanggung kebutuhan bahan bakar. Sementara Dandim bersama beberapa sopir truk turut menyumbangkan pasokan minyak dari kendaraan mereka. “Ini sangat penting, karena begitu airnya surut, akses tak lagi terhambat. Longsor harus segera ditangani agar suplai sembako dan logistik kembali normal,” ujar Haji Uma di lokasi.

Baca juga: Hingga Rabu 3 Desember 2025, Banjir Aceh Tamiang 42 Orang Meninggal,  278.079 Jiwa Masih Mengungsi

Saat ini, sejumlah kendaraan di wilayah Tamiang dan Semadam masih tertahan. Ketinggian air mencapai satu meter di Semadam dan 1,5 meter di Sungai Liput. Jika debit air terus menurun, diperkirakan besok atau lusa jalur Medan–Aceh dapat kembali dilalui sehingga distribusi logistik untuk kebutuhan masyarakat Aceh dapat pulih.

Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada warga dan para sopir yang tetap membantu serta bersabar menunggu kondisi membaik. Meski harus jauh dari keluarga dan mengalami putus komunikasi hingga enam hari terakhir. Ia berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera melakukan langkah lanjutan pascabanjir. Termasuk normalisasi sungai di Semadam serta pembangunan benteng cor beton pada dinding gunung demi mencegah longsor serupa terjadi kembali.

Bantu korban banjir

Akses transportasi di sejumlah titik lumpuh total akibat banjir besar yang melanda Aceh. Puluhan sopir truk, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi terjebak berjam-jam di jalan yang terputus di Aceh Tamiang. Sebagian dari mereka dilaporkan mulai kehabisan bekal, bahkan ada yang terancam kelaparan karena tidak dapat bergerak mencari bantuan.

Melihat kondisi tersebut, anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, langsung turun tangan. Dengan menggandeng BNPB, bantuan darurat diterjunkan menggunakan helikopter ke lokasi para sopir yang terisolasi. Bantuan tersebut berisi paket pangan cepat saji, air mineral, serta kebutuhan mendesak lainnya untuk memastikan para sopir dapat bertahan hingga akses jalan kembali normal. 

Distribusi dilakukan melalui udara karena seluruh jalur darat tidak dapat dilalui akibat genangan banjir dan longsor. Dalam keterangannya, Haji Uma menyebut bantuan ini sebagai langkah cepat untuk menyelamatkan para sopir yang sejak kemarin terjebak tanpa kepastian. Ia mengaku menerima banyak laporan dari warga mengenai kondisi para sopir yang mulai melemah akibat tidak makan. “Ini situasi darurat. Para sopir sudah terlalu lama terjebak tanpa makanan yang cukup. Kita tidak bisa menunggu jalur darat pulih, karena itu bantuan harus diturunkan lewat helikopter,” ujarnya.

Para sopir yang menerima bantuan menyampaikan rasa haru dan terima kasih. Banyak di antara mereka mengaku hampir putus asa menunggu pertolongan, terlebih pasokan sembako di kendaraan masing-masing sudah habis sejak pagi. Langkah cepat Haji Uma bersama BNPB ini diharapkan mampu meringankan beban para sopir sekaligus memberi kepastian bahwa bantuan terus bergerak menuju wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Haji Uma mengatakan bahwa bantuan ini selebihnya juga diberikan kepada masyarakat dan santri yang berada di dalam kawasan Aceh Tamiang. 

"Saya berterima kasih kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dan Mayjen TNI Luthfie Beta, S.Sos., M.Si., Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai kordinator pengendali dukungan bantuan logistik & Peralatan, udara di bandara KNO Kuala Namo & Lanud SWO Soewondo Medan serta Mayjen TNI Denny Herman di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, yang telah membantu secara intens warga Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat meskipun medan begitu ekstrem," ujar Haji Uma.(adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved