Minggu, 26 April 2026

Video

VIDEO - Pemasangan Jembatan Bailey Dipercepat untuk Jalur Alternatif Bireuen

Saat proses pemasangan berlangsung, warga yang hendak melintas terpaksa turun ke bawah jembatan untuk menyeberang.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemasangan jembatan bailey di jembatan rangka baja Aweu Geutah Paya–Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, Bireuen, terus dikebut. Pengerjaan dilakukan puluhan pekerja dibantu alat berat sejak dua hari lalu untuk menyiapkan jalur alternatif lintasan Banda Aceh–Medan.

Jembatan tersebut sebelumnya rusak dan dipenuhi tumpukan kayu akibat banjir bandang. Material penghalang telah dibersihkan sebelum pemasangan rangkaian jembatan darurat dimulai.

Saat proses pemasangan berlangsung, warga yang hendak melintas terpaksa turun ke bawah jembatan untuk menyeberang dari Teupin Reudeup ke Awe Geutah Paya.

Selain di lokasi tersebut, pekerjaan serupa juga mulai dilakukan di Jembatan Teupin Mane untuk kelancaran arus perjalanan dari Bireuen ke Takengon.

Tim lapangan di lokasi Aweu Geutah Paya, Mawardi, menyebut pekerjaan kemanusiaan ini melibatkan minimal 30 pekerja. Dia memperkirakan pemasangan jembatan darurat dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan.

Bupati Bireuen, Mukhlis, menjelaskan pemasangan jembatan bailey di Aweu Geutah Paya–Teupin Reudeup ditetapkan sebagai alternatif antar kabupaten dan provinsi. Pemilihan lokasi ini dilakukan karena rangka jembatan bailey sulit dipasang di Jembatan Kutablang.

Setelah jembatan darurat selesai, kendaraan roda empat seperti truk Colt Diesel dapat melintas dari lokasi tersebut menuju Lueng Daneun, Ulee Glee Makmur, hingga Gandapura. Dari arah timur, kendaraan dapat melalui Simpang Leubu Makmur, Keude Ulee Makmur, menuju Lueng Daneun, Peusangan Siblah Krueng, ke jembatan tersebut, lalu masuk ke Desa Uteun Gathom, Peusangan Selatan, dan turun ke utara menuju Keude Peusangan serta Bireuen. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved