Video

VIDEO - Serangan Dini Hari AS ke Caracas, Pertahanan Udara Venezuela Seolah Mati Total

Operasi dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat, ditandai dengan aktivitas intens helikopter militer Amerika Serikat

SERAMBINEWS.COM – Amerika Serikat dilaporkan melancarkan operasi militer berskala besar ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Ibu kota Caracas menjadi sasaran awal dalam serangan yang disebut telah dipersiapkan secara matang.

Operasi dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat, ditandai dengan aktivitas intens helikopter militer Amerika Serikat yang terlihat leluasa melintas di langit Caracas. Citra satelit serta dokumentasi awal menunjukkan serangan dilakukan setelah perencanaan panjang oleh militer AS.

Target utama serangan disebut menyasar infrastruktur militer strategis Venezuela, termasuk kawasan Benteng Tiuna yang dikenal sebagai pusat komando utama angkatan bersenjata negara tersebut.

Baca juga: VIDEo - Sosok Nicolas Maduro Dari Sopir Bus ke Istana Presiden, Kini Ditangkap Pasukan Elite AS

Hasil analisis lembaga pertahanan mengungkapkan, helikopter berat Amerika Serikat dapat beroperasi tanpa perlawanan berarti. Tidak terlihat adanya respons aktif dari sistem pertahanan udara Venezuela selama operasi berlangsung.

Padahal, Venezuela sebelumnya diketahui telah memperkuat pertahanan udaranya dengan sistem buatan Rusia, seperti Buk-M2 dan Pantsir, yang dikirim pada 2024. Namun, dalam serangan kali ini, sistem-sistem tersebut dinilai tidak bereaksi atau telah dinetralisir sejak awal operasi.

Buk-M2 merupakan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah yang dirancang untuk menghadapi pesawat, helikopter, hingga rudal jelajah. Sementara Pantsir berfungsi sebagai sistem pertahanan jarak dekat untuk melindungi objek vital dari ancaman udara.

Selain pertahanan darat, Angkatan Udara Venezuela juga mengandalkan jet tempur Su-30 buatan Rusia. Meski demikian, selama serangan Amerika Serikat berlangsung, tidak ditemukan indikasi adanya perlawanan udara dari pihak Venezuela berdasarkan rekaman dan laporan yang beredar.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved