Video
VIDEO - Jembatan Utama Akses Warga Alue Limeng Ambruk
Jembatan ini merupakan penghubung vital bagi warga dari Teupin Mane, Simpang Jaya, dan Alue Limeng menuju Salah Sirong serta ruas jalan lainnya
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Jembatan rangka baja di Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, ambruk dan nyaris putus total setelah dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu. Jembatan yang menjadi akses utama menuju Salah Sirong, Bivak, Krueng Simpo, dan Juli itu kini hanya bisa dilintasi dengan penuh risiko.
Pantauan pada Minggu (4/1/2025) menunjukkan kondisi jembatan yang kritis. Bagian sebelah timur sudah ambruk dengan lantai jembatan miring ke utara. Warga terpaksa memasang papan kayu di dekat oprit serta pada patahan yang melengkung ke bawah untuk akses roda dua.
Kendaraan roda dua masih bisa melintas dengan jalur yang tidak lazim dan berbahaya. Sementara itu, kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melalui jembatan tersebut. Bagian tengah dan tiang utama jembatan juga tampak miring, dengan ujung sebelah barat yang terkikis arus sungai.
Warga setempat menilai kemiringan jembatan tidak hanya disebabkan oleh hantaman banjir, tetapi juga karena erosi pada tiang penyangganya. Untuk sementara, mereka membuat penimbunan tanah dan jembatan darurat, meski tanjakan dan turunannya tetap berisiko bagi pengendara roda dua.
Keuchik Alue Limeng, Syukri, menyatakan gangguan akses transportasi ini telah menghambat distribusi hasil bumi dan aktivitas masyarakat. Jembatan ini merupakan penghubung vital bagi warga dari Teupin Mane, Simpang Jaya, dan Alue Limeng menuju Salah Sirong serta ruas jalan lainnya yang tembus ke Blang Bladeh.
Jembatan Alue Limeng adalah satu dari 28 jembatan di Bireuen yang putus akibat bencana tersebut, terdiri dari 8 unit jembatan rangka baja, 4 unit jembatan lainnya, dan 16 unit jembatan beton dengan berbagai ukuran, yang tersebar dari Samalanga hingga Gandapura. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar