Rabu, 29 April 2026

Video

VIDEO - Warga Nagan Raya Ditemukan Tinggal Tulang di Hutan, Diduga Tewas Dimangsa Harimau

Dugaan diterkam harimau dan menguat setelah tim gabungan menemukan banyak jejak tapak kaki harimau

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Teuku Raja Maulana

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Misteri hilangnya seorang warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, akhirnya terungkap tragis. Ibnu Hajar (64) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh tinggal tulang di kawasan hutan setempat.

Korban diduga kuat menjadi mangsa serangan harimau. Dugaan tersebut menguat setelah tim gabungan menemukan banyak jejak tapak kaki harimau di sekitar lokasi penemuan tulang-belulang korban.

Penemuan ini terjadi pada Selasa (12/1/2026) setelah tim gabungan yang terdiri dari Polsek Darul Makmur, Koramil 05/Darul Makmur, BPBD Nagan Raya, serta masyarakat melakukan pencarian intensif selama sekitar empat jam dengan menyisir kawasan hutan dan aliran sungai.

Baca juga: Sempat Menghilang, Warga Nagan Raya Diduga Dimangsa Harimau di Hutan

Kapolres Nagan Raya AKBP Benny Bathara melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Haidir membenarkan penemuan sejumlah bagian tulang manusia di lokasi tersebut. Menurutnya, kondisi tulang yang hampir tanpa daging serta temuan jejak satwa buas mengarah pada dugaan korban diserang harimau.

“Di lokasi ditemukan tulang pangkal lengan kanan dan kiri, serta bagian atas tengkorak kepala manusia. Dugaan kuat korban meninggal dunia akibat dimangsa harimau,” ujar Iptu Ade Haidir.

Sebelumnya, Ibnu Hajar dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah tak kunjung kembali dari hutan. Pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, korban berangkat ke hutan dengan berjalan kaki sambil membawa dua bilah parang, perlengkapan ibadah, serta jeriken berisi sekitar 30 liter pertalite untuk keperluan mesin chainsaw.

Dalam perjalanannya, korban sempat menumpang kendaraan warga yang biasa digunakan di medan berlumpur. Ia kemudian menginap di sebuah gubuk bersama dua rekannya, Hamzah dan Salman, pada Senin (5/1/2026).

Baca juga: Hari Ini BKSDA Aceh akan Pasang Perangkap Harimau di Sijudo Aceh Timur

Keesokan harinya, korban berpamitan untuk pergi ke sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari gubuk guna mencari ikan. Ia meninggalkan tas miliknya dengan pesan bahwa jika tas tersebut masih ada, berarti ia belum kembali ke kampung. Namun hingga sore hari, Ibnu Hajar tak kunjung kembali.

Kedua rekannya akhirnya keluar dari kawasan hutan dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta keluarga korban. Karena tak ditemukan juga, keluarga melapor ke pihak kepolisian hingga pencarian resmi dilakukan.

Setelah dilakukan penyisiran lanjutan dan tidak ditemukan bagian tubuh lainnya, operasi pencarian dihentikan. Tulang-tulang yang ditemukan kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan setelah dilakukan fardhu kifayah oleh keluarga dan masyarakat setempat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan, mengingat masih adanya ancaman satwa liar berbahaya di wilayah tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved