Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO - Jalan Utama di Pidie Jaya Tetap Berlumpur Pascabanjir Bandang

Tingginya curah hujan juga menyebabkan jalan di Blang Cut dan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, masih dipenuhi lumpur sisa banjir.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - Badan jalan di permukiman penduduk Kabupaten Pidie Jaya masih terendam lumpur setelah hampir dua bulan pascabanjir bandang. Ruas jalan sepanjang sekitar 300 meter di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, hingga kini tergenang air.

Pemerintah setempat telah mengerahkan satu unit alat berat untuk mengeruk lumpur setinggi sekitar tiga meter yang menutupi jalan, agar air dapat mengalir. Material lumpur hasil pengerukan masih menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan.

Akibat terendamnya akses utama tersebut, warga dari tujuh gampong di kawasan pegunungan, yaitu Sarah Mane, Sunong, Lancok, Munasah Kulam, Meunasah Teungoh, Meunasah Genteng, dan Lhok Sandeng, terpaksa memutar melalui rute lain yang lebih jauh untuk menuju kota kabupaten.

Padahal, jalan itu sebelumnya sudah pernah dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan bantuan TNI dan Polri. Namun, hujan yang turun kembali menggenangi ruas jalan tersebut.

Tingginya curah hujan juga menyebabkan jalan di Blang Cut dan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, masih dipenuhi lumpur sisa banjir. Gundukan tanah itu mengubah badan jalan menjadi medan berlumpur, diperparah oleh air hujan yang terus menyeret material ke permukaan jalan.

Warga korban banjir dan berbagai kendaraan roda dua maupun roda empat masih harus melintasi jalan berlumpur tersebut hampir setiap hari. Di lokasi, beberapa masyarakat lain juga datang memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak.

Selain jalan, rumah-rumah penduduk juga masih terendam lumpur yang belum dibersihkan. Pembersihan memerlukan waktu karena padatnya material dan ketergantungan pada alat berat. 

Dalam masa pemulihan pascabanjir ini, pemerintah diminta memprioritaskan pembersihan lumpur yang masih menimbun rumah-rumah warga. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved