Video

VIDEO - Desa Blang Mee Kutablang Terus Terancam Abrasi

Secara keseluruhan, 98 persen rumah di desa tersebut terendam banjir, dengan separuh di antaranya masih tertimbun lumpur tebal.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Desa Blang Mee di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, masih menghadapi ancaman abrasi sungai usai diterjang banjir bandang akhir November lalu. Bencana itu menyebabkan sepuluh rumah hanyut dan empat lainnya rusak berat serta berpotensi runtuh ke sungai.

Berdasarkan data dari pihak desa, selain rumah yang telah hilang, belasan unit rumah lain di tepi sungai juga terancam jatuh akibat erosi tebing. Sebagian bangunan yang sudah terlalu dekat dengan tebing Krueng Peusangan terpaksa dibongkar.

Secara keseluruhan, 98 persen rumah di desa tersebut terendam banjir, dengan separuh di antaranya masih tertimbun lumpur tebal hingga kini. Korban banjir mengungsi ke rumah keluarga, tetangga, atau mendirikan gubuk sementara di dekat sungai. Mereka berharap mendapat bantuan hunian, baik permanen maupun sementara.

Kondisi tebing sungai yang mengalami erosi masih aktif longsor secara alami. Masyarakat setempat hidup dalam kecemasan karena ancaman itu terus membayangi pemukiman mereka. Aliran sungai juga dilaporkan telah berpindah ke arah timur bendungan karet, membentuk pulau di tengah sungai.

Warga sangat berharap adanya pembangunan tanggul atau penguatan tebing sungai untuk mencegah perluasan abrasi yang mengancam keselamatan dan tempat tinggal mereka.(*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved