Video
VIDEO - Puluhan Kambing Mati saat Banjir Bandang Terjang Ceubo
Kondisi serupa dialami peternak seperti Saifuddin. Dua kandang besar miliknya hancur dan puluhan kambing matI.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN -Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan kerusakan parah di Kecamatan Gandapura, terutama di Desa Ceubo. Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi besar di sektor peternakan. Ratusan ekor kambing milik warga dilaporkan mati terendam banjir, sementara kandang-kandang ternak hancur diterjang air.
Di Desa Ceubo, sebanyak 40 ekor kambing dari total 95 ekor yang dikelola Badan Usaha Milik Desa sebagai program ketahanan pangan dilaporkan mati. Program yang dibiayai dari Dana Desa itu kini terancam lumpuh.
Kondisi serupa dialami peternak seperti Saifuddin. Dua kandang besar miliknya hancur dan puluhan kambing mati. Banyak warga di desa tersebut yang menggantungkan hidup pada usaha penggemukan kambing, domba, dan sapi. Rata-rata setiap keluarga memelihara 20 hingga 60 ekor ternak.
Masyarakat Desa Ceubo mengharapkan perhatian dan bantuan serius dari pemerintah serta pihak terkait untuk pemulihan sektor peternakan dan pertanian. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengembalikan roda perekonomian desa dan membantu warga bangkit pascabencana.
Selain Ceubo, tujuh desa lain di Kecamatan Gandapura juga terdampak parah, yaitu Samuti Aman, Blang Gurun, Teupin Siron, Ie Rhop, Mon Jambe, Mon Keulayu, dan Samuti Makmur. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar