Video
VIDEO - Bumdesa Paloh Kayee Kunyet Tanam Cabai Keriting Dukung Ketahanan Pangan
Tanaman cabai yang ditanam beberapa waktu lalu menunjukkan perkembangan positif dan telah memasuki fase pertumbuhan ranting.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Badan Usaha Milik Desa Hidup Tani Gampong Paloh Kayee Kunyet, Kecamatan Gandapura, Bireuen, mengembangkan program ketahanan pangan melalui penanaman cabai keriting. Komoditas itu ditanam di lahan seluas 0,1 hektar dengan jumlah bibit lebih dari 6.000 batang.
Ketua Bumdesa Hidup Tani Muhammad mengatakan, program tersebut merupakan implementasi dari kewajiban alokasi 20 persen Dana Desa Tahun 2025 untuk ketahanan pangan yang dikelola Bumdesa. Dari total dana desa sekitar Rp 600 juta, sebesar Rp 124 juta dialokasikan khusus untuk sektor itu.
Berbeda dengan desa lain di Gandapura yang memilih sektor peternakan, Bumdesa Hidup Tani memfokuskan diri pada pertanian dengan cabai keriting sebagai komoditas unggulan. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara terencana, mulai dari pembersihan lahan, pembibitan, hingga perawatan intensif.
Tanaman cabai yang ditanam beberapa waktu lalu menunjukkan perkembangan positif dan telah memasuki fase pertumbuhan ranting. Masa panen diperkirakan dimulai 120 hari setelah pembibitan, dengan usia produktif tanaman dapat bertahan hingga enam bulan atau lebih.
Keberhasilan panen sangat bergantung pada kualitas perawatan, meliputi ketersediaan air, pencegahan penyakit, hingga pemenuhan nutrisi melalui pemupukan yang tepat. Pihak Bumdesa menyatakan komitmennya untuk menjalankan seluruh tahapan dengan baik agar mencapai hasil yang memuaskan. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar