Video
VIDEO - Sekolah Masih Berlumpur, Murid SDN 6 Belajar di Lantai
Proses belajar mengajar tetap berjalan selama pembersihan, dengan para siswa duduk di area lantai yang telah dibersihkan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Proses belajar mengajar di UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, terpaksa dilakukan dengan kondisi darurat. Aktivitas belajar masih berlangsung di lantai karena kerusakan perabot sekolah dan sisa lumpur tebal pasca banjir bandang.
Meski sudah berulang kali dibersihkan sejak aktivitas dimulai pada 5 Januari 2026, kompleks sekolah di Desa Pante Baro Gle Siblah itu belum sepenuhnya bersih. Banjir sebelumnya menyebabkan air setinggi dua meter dan meninggalkan endapan lumpur hingga 50 sentimeter.
Merespons kondisi tersebut, puluhan personel gabungan dari Polres Bireuen, Polsek, dan Pos Polsek se-Kabupaten Bireuen melaksanakan gotong royong membersihkan sekolah, Jumat (6/2/2026). Aksi yang dipimpin Kabag Ops Polres Bireuen, Kompol Darmansyah, tersebut membersihkan lumpur serta menata perabot yang masih bisa digunakan.
Proses belajar mengajar tetap berjalan selama pembersihan, dengan para siswa duduk di area lantai yang telah dibersihkan. Bahkan, pada jam istirahat, sejumlah siswa turut membantu mendorong gerobak berisi lumpur kering.
Kepala sekolah Anita menjelaskan, berbagai upaya pembersihan telah dilakukan dengan bantuan TNI dan komite sekolah. Namun, hasilnya belum maksimal karena seluruh perabot sekolah rusak terdampak banjir sehingga proses belajar terpaksa dilakukan di lantai. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar