Video
VIDEO - Trump dan Netanyahu Sepakat Kepung Iran, China Terseret dan Hubungan Global Memanas
Seorang pejabat senior AS mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat mengerahkan seluruh instrumen tekanan
SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan penting dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat memperketat tekanan terhadap Iran melalui langkah ekonomi agresif yang turut menyeret China dalam pusaran kebijakan baru Washington.
Salah satu opsi yang dibahas adalah membatasi ekspor minyak Iran ke China. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari pembaruan strategi “tekanan maksimum” terhadap Teheran, yang dijalankan bersamaan dengan upaya negosiasi nuklir antara Washington dan pemerintah Iran.
Seorang pejabat senior AS mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat mengerahkan seluruh instrumen tekanan, termasuk menargetkan jalur penjualan minyak Iran ke China. Langkah ini dinilai krusial karena lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran diketahui mengalir ke Negeri Tirai Bambu, menjadikannya sumber utama pemasukan devisa bagi Teheran.
Baca juga: VIDEO Pesawat Bomber B2 AS Siaga, Trump Sebut Negosiasi dengan Iran Sulit
Jika pembatasan tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan akan sangat signifikan terhadap perekonomian Iran. Tekanan finansial yang meningkat tajam diyakini bisa memengaruhi posisi dan kalkulasi Teheran dalam perundingan nuklir dengan Washington.
Namun, kebijakan ini juga berpotensi memperkeruh hubungan antara Amerika Serikat dan China yang selama ini sudah berada dalam tensi tinggi. Beijing merespons keras wacana tersebut dengan menegaskan bahwa kerja sama antarnegara yang berlangsung dalam kerangka hukum internasional adalah sah dan patut dihormati.
“Kerja sama normal antarnegara dalam kerangka hukum internasional adalah wajar dan sah, serta harus dilindungi,” demikian pernyataan pihak China saat dimintai tanggapan mengenai rencana pembatasan tersebut.
Di sisi lain, pejabat AS menegaskan bahwa kampanye tekanan terhadap Iran akan berjalan beriringan dengan jalur diplomasi dan penguatan kehadiran militer di kawasan. Washington bahkan disebut telah menyiapkan rencana darurat jika proses negosiasi nuklir menemui jalan buntu.
Langkah terbaru ini menandai eskalasi baru dalam dinamika geopolitik global, dengan Iran, China, dan Israel berada dalam pusaran kepentingan yang kian kompleks.(*)
| VIDEO - Viral CCTV: Niat Baik Karyawan Tenangkan Anak Berujung Keributan, Ayah Emosi di Barbershop |
|
|---|
| VIDEO - Aksi Berani Penumpang Wanita Lawan Pelecehan di KRL, Pelaku Terekam |
|
|---|
| VIDEO - Petugas Siaga di Ujung Kereta Saat Melintasi Jalur Rawan Longsor, Picu Reaksi Warganet |
|
|---|
| VIDEO Gelombang Serangan Iran Hantam Israel, Arab Unjuk Teknologi Laser Pertahanan |
|
|---|
| VIDEO Trump Umumkan Perang AS-Iran Berakhir Tapi Militernya Tetap di Selat Hormuz |
|
|---|