Video
VIDEO - Mendagri Tinjau Pengungsian Korban Banjir di Bireuen
Mendagri menuturkan bahwa dirinya telah berada di Aceh sejak awal pascabencana dan terus memantau perkembangan penanganan dampak bencana.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu sore. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Bupati Bireuen Mukhlis, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, serta Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA. Rombongan menyerahkan bantuan secara simbolis berupa perlengkapan salat, Al-Qur'an wakaf Presiden, pakaian, dan beras kepada perwakilan pengungsi.
Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan bahwa kehadiran Mendagri di tengah-tengah warga yang sedang mengungsi memberikan makna mendalam bagi masyarakat yang tengah berduka akibat bencana.
Mendagri menuturkan bahwa dirinya telah berada di Aceh sejak awal pascabencana dan terus memantau perkembangan penanganan dampak bencana. Ia menyebutkan bahwa bencana hidrometeorologi di Aceh berdampak pada 18 dari 23 kabupaten/kota. Saat ini, delapan kabupaten/kota masih menjadi perhatian khusus pemerintah.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara dengan 16 kabupaten terdampak, dan lima daerah masih dalam pemantauan. Sementara di Sumatera Barat, dari 16 kabupaten yang terdampak, tiga daerah masih menjadi atensi pemerintah.
Mantan Kapolri itu menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat pascabencana tidak hanya rumah rusak, tetapi juga lumpur yang menimbun rumah, fasilitas umum, dan lingkungan. Kondisi ini membutuhkan penanganan lanjutan agar warga dapat kembali beraktivitas normal.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga meninjau pembangunan Jembatan Kutablang yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Setelah selesai, jembatan tersebut direncanakan dapat dilalui kendaraan dua jalur.
Pemberian bantuan merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap warga terdampak bencana. Selain perlengkapan salat, pakaian, dan beras, juga disalurkan Al-Qur'an wakaf dari Presiden serta bantuan beras dari Satgas. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar