Video
VIDEO - Jejak Pengabdian KH Muhammad Mursyid: Dari Pesantren ke Parlemen Demi Riau
1994, atas arahan sang guru, ia ditugaskan mengabdi ke Pekanbaru. Di kota inilah medan dakwahnya semakin luas.
SERAMBINEWS.COM – KH Muhammad Mursyid dikenal sebagai salah satu kiai kharismatik di Riau. Ia lahir di Jakarta, 4 Juli 1973, dari keluarga religius yang menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Ayahnya berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan, sementara ibunya putri asli Jakarta. Sejak kecil, ia dibiasakan disiplin beribadah, menghormati guru, dan menjunjung tinggi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Usai menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi di Madrasah Tarbiyatul Mu’alimin Wal Mu’alimat, Jakarta Pusat. Namun, hasrat memperdalam ilmu agama membawanya hijrah ke Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta yang diasuh KH Syukron Ma’mun. Di pesantren inilah karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan jiwa pengabdiannya terbentuk. Lingkungan pesantren juga menumbuhkannya menjadi pribadi sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Pada 1994, atas arahan sang guru, ia ditugaskan mengabdi ke Pekanbaru. Di kota inilah medan dakwahnya semakin luas. Ia bergabung dengan Pondok Pesantren Dar El Hikmah di kawasan Panam, membina santri sekaligus aktif mengisi majelis taklim di tengah masyarakat.
Baca juga: VIDEO - Kiprah Kiai Abdul Muntaqim Mendirikan Pesantren Salafiyah Hidayatul Mubtadaien
Kiprahnya makin berkembang ketika terlibat aktif di Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Riau. Pada 2002–2003, ia menjadi bagian dari program Dai Bina Desa yang menjangkau pelosok seperti Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Ia turun langsung membina masyarakat Talang Mamak, merasakan kebutuhan pendidikan dan pembinaan agama di daerah pedalaman. Hubungan emosional dengan masyarakat binaan itu pun tetap terjaga hingga kini.
Pengabdiannya berlanjut saat dipercaya meneruskan kepemimpinan almarhum KH Munasir Jufri di Pondok Pesantren Khairul Ummah. Awalnya hanya berdiri di Air Molek, Indragiri Hulu, pesantren ini kemudian berkembang pesat. Kini hadir Khairul Ummah 2 di Pekanbaru untuk santri putra, Khairul Ummah 3 di Indragiri Hilir, dan tengah dibangun Khairul Ummah 4 di Pekanbaru untuk santri putri.
Meski tidak lagi memimpin operasional harian, ia tetap mengawal visi besar pesantren. Baginya, pesantren adalah kawah candradimuka pembentukan manusia seutuhnya—unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, serta mulia dalam akhlak. Ia berharap Khairul Ummah benar-benar melahirkan “umat terbaik” sebagaimana nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an: generasi berintegritas, peduli sosial, dan berani memperjuangkan kebenaran.
Baca juga: Mahfud MD Soroti Dualisme PBNU: Organisasi Macet, Kiai Tak Kompak, Jamaah Rindu Islah Sejuk
Menurutnya, tidak semua orang harus menjadi pejabat, tetapi setiap orang harus menjadi yang terbaik di bidangnya. Pesantren memiliki tanggung jawab membekali santri dengan ilmu agama yang kuat, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup agar mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan jati diri.
Dorongan masyarakat akhirnya membawanya masuk ke jalur politik melalui Dewan Perwakilan Daerah. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mewakili Provinsi Riau. Di Komite I yang membidangi urusan pemerintahan daerah, ia berupaya menjembatani kepentingan Riau dengan pemerintah pusat serta memperjuangkan program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baginya, kehadiran kiai di parlemen merupakan bagian dari dakwah dalam ruang yang berbeda. Jika di pesantren ia membina generasi, maka di Senayan ia memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pendidikan, kesejahteraan umat, dan pembangunan daerah.
Baca juga: Gus Miftah Sempat Ngaku Keturuanan Kiai Besari, Keluarganya Membantah, Akui Bukan dari Keluarga Kiai
Ia menyadari pendidikan di Riau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kualitas guru hingga dukungan sarana dan anggaran. Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat agar lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dapat berkembang optimal.
Bagi KH Muhammad Mursyid, seluruh perjalanan hidupnya—dari santri, pendidik, hingga wakil rakyat—adalah satu garis perjuangan yang sama: menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat serta melahirkan generasi terbaik untuk Riau dan Indonesia.(*)
| VIDEO - Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI di Meusaraya Toet Lemang HUT Ke-24 Abdya |
|
|---|
| VIDEO - Penampakan Ratusan Kapal Mandek di Selat Hormuz, Dipantau Kapal Kecil IRGC |
|
|---|
| VIDEO - AS Cegat Kapal ‘Armada Bayangan’ Iran M/V Sevan, Dikawal Militer Kembali ke Teheran |
|
|---|
| VIDEO - Sosok Pelaku Penembakan di Jamuan Gedung Putih Terungkap, Trump dan Istri Selamat |
|
|---|
| VIDEO - Meski Arus Sungai Deras, Pembangunan Jembatan Teupin Mane Terus Dikebut |
|
|---|