Senin, 18 Mei 2026

Video

VIDEO - Lubang Raksasa Sinkhole di Ketol Kian Meluas, Formasket Demo di DPRK Aceh Tengah

Sementara itu, lubang raksasa di kawasan tersebut dilaporkan terus mengalami pelebaran.

Tayang: | Diperbarui:

SERAMBINEWS.COM - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ketol (Formasket) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di Aceh Tengah, Selasa (3/3/2026). 

Aksi yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut dilakukan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan yang dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Salah satu tuntutan utama massa adalah penanganan konkret terhadap fenomena lubang raksasa yang berada di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol

Selain itu, warga juga mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana tanah longsor dan banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Penanggung jawab aksi, Sutris, menyampaikan bahwa kondisi tanah amblas dan longsor di Desa Pondok Balik semakin mengkhawatirkan. 

Karena itu, Formasket meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera menuntaskan sejumlah tuntutan yang sebelumnya telah disepakati bersama masyarakat Kecamatan Ketol.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk melakukan penanganan khusus secara bertahap dan terukur. 

Selain itu, pemerintah juga menyetujui percepatan perbaikan sekaligus persiapan pembangunan akses jalan alternatif yang menghubungkan Pondok Balik dengan Segenap Balik. 

Pekerjaan jalan alternatif tersebut direncanakan mulai Rabu (4/3/2026), dengan kemungkinan alat berat langsung diturunkan ke lokasi.

Sementara itu, lubang raksasa di kawasan tersebut dilaporkan terus mengalami pelebaran. Fenomena ini awalnya hanya berupa lubang kecil yang muncul pada awal tahun 2000-an. Namun dalam dua dekade terakhir, lubang tersebut terus berkembang hingga kini diperkirakan mencapai luas sekitar 30.000 meter persegi.

Rekaman udara menunjukkan dinding-dinding lubang raksasa itu terus mengalami guguran material. Area yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kini berubah menjadi jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter. 

Selain menelan lahan pertanian warga, fenomena ini juga telah memutus total akses jalan utama masyarakat di sekitar lokasi.

Warga yang tinggal di dekat area tersebut mengaku kerap mendengar suara gemuruh dan merasakan getaran saat terjadi longsoran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi perluasan lubang dan ancaman terhadap permukiman warga.

Pemerintah pusat melalui Dody Hanggodo selaku Menteri Pekerjaan Umum juga telah meninjau langsung titik koordinat kejadian untuk memastikan langkah penanganan jangka panjang. 

Saat ini, penanganan lubang raksasa di Aceh Tengah disebut berada di bawah koordinasi pemerintah pusat guna mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. (*)

Host   : Dara Nazila
Editor : Rahmat Erik Aulia

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved