Selasa, 9 Juni 2026

Video

VIDEO Iran Hujani 50 Target Kota Israel dalam 5 Jam, Pangkalan Militer AS hingga IDF Jadi Sasaran

Dua pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut juga dilaporkan menjadi sasaran.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran melancarkan gelombang serangan besar ke wilayah Israel. Dalam waktu sekitar lima jam, lebih dari 50 titik di berbagai wilayah Israel dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone.

Serangan tersebut diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melalui pernyataan resmi ke-33 terkait pelaksanaan gelombang ke-40 Operasi “Janji Sejati 4”.

Dalam operasi itu, Iran menyatakan bertindak bersama Hezbollah atau Perlawanan Islam di Lebanon. Kedua pihak disebut melancarkan serangan terkoordinasi yang menargetkan instalasi militer Israel dari wilayah utara hingga selatan.

Baca juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 Usai Serangan Udara AS-Israel

Beberapa kota besar yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Haifa, Tel Aviv, hingga Beersheba. Iran mengklaim serangan tersebut menciptakan “realitas baru di medan perang” bagi Israel.

Dalam operasi itu, Iran mengerahkan berbagai jenis rudal jarak menengah dan balistik, termasuk Qadr, Emad, Kheirbashkan, serta Fatah. Serangan tersebut juga diperkuat dengan peluncuran drone tempur dan rudal tambahan dari Hizbullah.

Tak hanya instalasi militer Israel, dua pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut juga dilaporkan menjadi sasaran. Kedua pangkalan yang disebut terkena serangan adalah Al-Azraq dan Al-Kharj, yang menurut klaim Iran dihantam oleh rudal secara efektif.

Situasi di kawasan semakin memanas setelah dalam 24 jam terakhir jumlah peluncuran rudal dari Iran ke arah Israel meningkat tajam. Laporan awal juga menyebutkan adanya penambahan korban di kalangan tentara Israel.

Sementara itu, warga Israel kini berada dalam status siaga tinggi. Sirene peringatan serangan udara terus berbunyi di sejumlah wilayah, sementara aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved