Rabu, 29 April 2026

Video

VIDEO - Penyelamatan AS Berujung Maut: Iran Tembak Jatuh Helikopter AS, 5 Awak Tewas

Iran menyebut berhasil menargetkan satu pesawat angkut C-130, dua helikopter Black Hawk, serta sebuah drone milik Israel

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Sebuah operasi penyelamatan militer Amerika Serikat dilaporkan berakhir tragis setelah helikopter yang dikerahkan ditembaki oleh Iran dalam misi berisiko tinggi di wilayah konflik.

Operasi tersebut dilakukan untuk mengevakuasi pilot jet tempur F-15 Eagle yang sebelumnya dilaporkan hilang usai serangan Iran. Untuk mendukung misi ini, Washington mengerahkan sejumlah armada, termasuk pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules dan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk.

Dalam pelaksanaannya, tim penyelamat terbang rendah dan lambat di atas perbukitan, sebuah manuver yang dinilai sangat berisiko karena rentan terhadap tembakan dari darat. Meski demikian, pasukan elite AS dilengkapi senapan mesin di pintu helikopter untuk mengamankan area pendaratan.

Baca juga: Pembangkit Nuklir Bushehr Dibom, Iran: Dampak Radioaktif akan Akhiri Kehidupan Negara-negara Teluk

Namun situasi berubah mencekam ketika pihak Iran mengklaim telah menembaki armada penyelamatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan oleh perwakilan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Dalam klaimnya, Iran menyebut berhasil menargetkan satu pesawat angkut C-130, dua helikopter Black Hawk, serta sebuah drone milik Israel yang terlibat dalam operasi tersebut.

Iran juga mengklaim bahwa misi penyelamatan yang dilakukan AS berakhir dengan kegagalan total. Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan puing-puing pesawat yang hangus serta kepulan asap di lokasi yang diduga sebagai titik jatuhnya armada militer.

Akibat insiden tersebut, Iran menyatakan sedikitnya lima personel militer Amerika Serikat tewas. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.

Peristiwa ini semakin mempertegas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, dengan risiko besar terhadap operasi militer di wilayah udara yang diperebutkan.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved