Video
VIDEO - Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya Usai Shalat Isya
Rumah-rumah yang terendam merupakan rumah yang telah dibersihkan warga pascabanjir November 2025.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - Banjir mengepung Pidie Jaya akibat luapan Krueng Meureudu, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Warga terkejut dengan banjir yang terjadi secara dadakan. Air menerobos masuk ke dalam rumah. Banjir tersebut tidak disertai hujan lebat di lokasi, sehingga warga tidak sempat memindahkan barang-barang di dalam rumah.
Di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, rumah warga terendam banjir. Semua perabot dan barang di dalam rumah ikut terendam. Sepeda motor yang diparkir di dalam rumah juga terendam. Selain itu, mobil yang diparkir di halaman rumah turut terendam.
Banjir yang mengepung Pidie Jaya usai Shalat Isya terjadi akibat tingginya curah hujan di pegunungan. Hal itu menyebabkan Krueng Meureudu meluap dengan ketinggian air melewati tumit orang dewasa. Banjir luapan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, melainkan merendam rumah dan sarana jalan.
Rumah-rumah yang terendam merupakan rumah yang telah dibersihkan warga pascabanjir November 2025. Sebagian korban banjir sudah pulang ke rumah karena rumah tidak tinggi tertimbun lumpur dan telah dibersihkan. Masyarakat merasakan banjir susulan terbesar karena merendam rumah hingga kendaraan.
Luapan air Krueng Meureudu di jalan nasional Banda Aceh-Medan sempat mengganggu kendaraan yang melintas dari dua arah. Satu unit Pajero warna putih dilaporkan terjebak di jalan nasional. Namun, warga bersama petugas berhasil mengarahkan kendaraan tersebut sehingga dapat melanjutkan perjalanan.
Camat Meurah Dua, Iskandar, menyatakan sepuluh gampong di Kecamatan Meurah Dua dilanda banjir luapan Krueng Meureudu. Air setinggi di atas tumit orang dewasa begitu kencang saat menerobos ke perkampungan warga. Di lokasi yang agak rendah, air masih tergenang karena tidak ada alur untuk dialiri.
Saat ini, banjir telah surut dan aktivitas masyarakat telah normal kembali. Banjir luapan terjadi akibat curah hujan tinggi di hulu sungai. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar