Minggu, 19 April 2026

Video

VIDEO - MPU Aceh Tingkatkan Sinergi dengan MPU Kabupaten/Kota

Abu Sibreh menegaskan bahwa penguatan sinergi ini tidak hanya berorientasi pada kelembagaan, tetapi juga pada peningkatan peran dalam membina umat

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menggelar rapat koordinasi (rakor) tahun 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi antara MPU provinsi dan MPU tingkat kabupaten/kota dalam menjalankan tugas dan wewenang sesuai dengan tupoksi yang diamanahkan.

Dalam rakor yang mengusung tema “Peran Strategis Lembaga MPU sebagai Wujud Implementatif Kekhususan Aceh” tersebut, Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali alias Abu Sibreh, menegaskan pentingnya keselarasan peran di semua tingkatan, baik di level majelis maupun sekretariat, agar dapat berjalan seiya sekata dalam membina umat.

Hal itu disampaikan Abu Sibreh dalam rakor yang berlangsung di Aula Tgk H. Abdullah Ujong Rimba, Komplek MPU Aceh, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026).

Selain penguatan sinergi, MPU Aceh juga menyoroti pentingnya menjaga independensi lembaga, khususnya dalam menghadapi dinamika politik di daerah. Pimpinan MPU, kata dia, sejak awal berkomitmen untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis.

Namun demikian, Abu Sibreh mengaku bahwa menjaga netralitas tersebut tidak selalu berjalan mulus, terutama di tingkat kabupaten/kota. Dalam sejumlah kasus, pimpinan MPU justru menghadapi tekanan politik, bahkan diminta untuk tidak bersikap netral saat momentum pemilu.

Untuk itu, guna menjaga independensi tersebut, MPU Aceh secara konsisten mengeluarkan imbauan kepada seluruh jajaran agar tidak terlibat dalam agenda politik. Bahkan, dalam praktiknya, MPU provinsi mengaku tidak pernah menerima kunjungan partai politik selama dua dekade terakhir.

Dalam kesempatan itu, Abu Sibreh juga berharap dukungan dari pemerintah Aceh, khususnya Wakil Gubernur, untuk menyampaikan kepada kepala daerah di kabupaten/kota agar menghargai dan menjaga netralitas pimpinan MPU.

Lebih lanjut, Abu Sibreh menegaskan bahwa penguatan sinergi ini tidak hanya berorientasi pada kelembagaan, tetapi juga pada peningkatan peran dalam membina umat, termasuk menghadapi berbagai tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan pornografi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menilai MPU memiliki kedudukan penting dalam sistem pemerintahan Aceh. Tidak hanya sebagai lembaga pemberi pertimbangan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai syariat Islam dan penuntun moral masyarakat.

Ia juga menilai tema rakor MPU sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kekhususan Aceh, kata Wagub, bukan sekadar status administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fadhlullah juga berharap forum tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan MPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga setiap kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tak hanya itu, rakor ini juga didorong agar dapat melahirkan gagasan dan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan keumatan ke depan. (*)

Narator: Dara

Video Editor: Muhammad Anshar 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved