Video
VIDEO - Dampak Perang Timur Tengah, Harga Kedelai dan Plastik Naik
Sebelumnya, Fadil bisa mendapatkan kedelai dengan harga Rp500.000 per karung, namun saat ini ia harus mengeluarkan Rp550.000 untuk satu karung.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Dampak konflik Timur Tengah mulai dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur. Salah satu usaha yang terdampak adalah Tempe Mawar Indah yang mengeluhkan kenaikan harga bahan baku produksi seperti plastik dan kedelai. Kenaikan ini memaksa penyesuaian harga jual.
Pemilik usaha Tempe Mawar Indah, Fadil, Kamis (16/4/2026), menjelaskan bahwa harga plastik kemasan naik signifikan. Dulu harga plastik kemasan untuk bungkusan tempe Rp40.000 per kilogram, kini menjadi Rp59.000 per kilogram. Ia menyebut kenaikan mencapai hampir 50 persen dan dirasakan memberatkan usahanya.
Selain harga plastik, harga kedelai juga ikut naik. Sebelumnya, Fadil bisa mendapatkan kedelai dengan harga Rp500.000 per karung, namun saat ini ia harus mengeluarkan Rp550.000 untuk satu karung.
Meskipun demikian, Fadil mengaku belum berani menaikkan harga jual tempe kepada konsumen. Ia memilih strategi lain untuk bertahan, yaitu memperkecil ukuran tempe. Dengan strategi itu, ia berharap bisa meraih hasil maksimal. Namun, ia menyadari strategi tersebut berisiko karena konsumen bisa pindah ke tempat lain sehingga penjualan menurun.
Fadil mengakui keadaan saat ini serba sulit, tetapi sebagai pelaku usaha ia tetap harus menjalankan strategi agar usahanya tidak merugi. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku kedelai di pasaran. Menurutnya, jika harga plastik kembali normal dan kedelai lebih murah, Tempe Mawar Indah tidak akan memperkecil ukuran produknya. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar