Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO - Israel Peringatkan Warga 11 Kota di Lebanon Selatan Segera Mengungsi dari Rumah

Pengamat menilai kondisi di perbatasan Israel-Lebanon saat ini sangat rentan, kedua pihak masih bertikai

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Lebanon Selatan kembali meningkat setelah militer Israel mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil di 11 kota dan desa agar segera meninggalkan rumah mereka.

Israel meminta penduduk berpindah ke lokasi terbuka dengan jarak minimal sekitar 1.000 meter dari area tempat tinggal mereka. Peringatan tersebut disampaikan militer Israel pada Minggu (3/5), di tengah situasi yang masih dibayangi konflik dengan kelompok Hizbullah.

Dilansir dari Al Arabiya, militer Israel menyebut pihaknya tengah menjalankan operasi militer yang menargetkan Hizbullah di wilayah Lebanon Selatan.

Baca juga: Dokter MSF Ungkap Pembantaian Israel di Lebanon: Anak-anak Terluka, Ibu Hilang, Ribuan Warga Diusir

Langkah tersebut terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah saat ini masih berlaku. Dalam peringatannya, militer Israel menyatakan siapa pun yang berada di dekat pejuang maupun fasilitas milik Hizbullah berisiko terdampak serangan.

Di sisi lain, serangan Israel ke wilayah Lebanon Selatan dilaporkan terus berlangsung. Pasukan Israel disebut masih menduduki sebagian area di selatan Lebanon serta menghancurkan sejumlah bangunan yang diklaim digunakan sebagai fasilitas Hizbullah.

Sementara itu, Hizbullah juga terus melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan roket yang menyasar pasukan Israel, baik di wilayah Lebanon maupun kawasan Israel utara.

Situasi tersebut memicu kepanikan di sejumlah wilayah perbatasan. Banyak warga dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman setelah peringatan militer Israel diumumkan.

Suara ledakan dan aktivitas pesawat tempur juga dilaporkan kembali terdengar di beberapa daerah Lebanon Selatan. Ketegangan yang terus meningkat membuat kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih besar kembali mencuat.

Baca juga: Korban Tentara Israel Tembus 8.549, Perang dengan Iran dan Lebanon Picu Krisis Militer

Pengamat menilai kondisi di perbatasan Israel-Lebanon saat ini sangat rentan, terutama karena kedua pihak masih terus melancarkan aksi militer meski kesepakatan gencatan senjata belum resmi dicabut.

Di tengah situasi tersebut, komunitas internasional kembali menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil dan kerusakan infrastruktur di wilayah konflik.

Hingga kini belum ada laporan resmi terkait jumlah korban terbaru akibat eskalasi serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi keamanan di Lebanon Selatan disebut terus memburuk dan membuat aktivitas warga lumpuh di sejumlah kawasan.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved