Sabtu, 16 Mei 2026

Video

VIDEO - Rupiah Tertekan ke Rp17.600 per Dolar, Ini Barang yang Bakal Mahal

Perusahaan elektronik harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli barang dari luar negeri.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan perdagangan terbaru, rupiah sempat menyentuh kisaran Rp17.500 hingga Rp17.600 per dolar AS, menjadi salah satu level terlemah dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan harga sejumlah barang di Indonesia, terutama produk yang masih bergantung pada impor maupun bahan baku luar negeri.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600 Per Dolar AS, Harga Tahu, Tempe Hingga Mi Instan Terancam Naik

Ekonom menilai, pelemahan rupiah membuat biaya impor menjadi jauh lebih mahal karena transaksi perdagangan internasional mayoritas menggunakan dolar AS.

Akibatnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli barang dari luar negeri.

Berikut sejumlah barang yang diperkirakan bakal mengalami kenaikan harga:

Barang Elektronik dan Gadget

Harga smartphone, laptop, televisi, kamera hingga konsol game diprediksi naik.

Sebagian besar produk elektronik menggunakan komponen impor dan dibayar menggunakan dolar AS.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.383 per Dolar AS, IHSG Ikut Menghijau

Jika sebelumnya produk senilai 1.000 dolar AS setara Rp15 juta saat kurs Rp15 ribu, kini nilainya bisa mencapai Rp17,5 juta saat kurs rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar AS.

BBM dan Energi

Harga minyak dunia menggunakan acuan dolar AS sehingga pelemahan rupiah membuat biaya impor BBM meningkat.

Jika kondisi terus berlangsung, tekanan terhadap subsidi energi pemerintah juga akan semakin besar.

Bahan Pangan Impor

Komoditas seperti gandum, kedelai, gula, susu, hingga daging impor terancam naik harga.

Dampaknya dapat merembet ke harga mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya.

Obat-obatan dan Alat Kesehatan

Industri farmasi Indonesia masih mengimpor sebagian besar bahan baku obat.

Baca juga: Neraca Perdagangan Aceh Surplus 16,16 Juta Dolar AS pada Maret 2026

Pelemahan rupiah membuat biaya produksi obat, vitamin, hingga alat kesehatan ikut meningkat.

Kendaraan dan Sparepart

Mobil, motor, serta suku cadang otomotif juga berpotensi mengalami kenaikan harga, terutama produk yang memiliki kandungan impor tinggi.

Kosmetik dan Produk Perawatan

Produk skincare, kosmetik, parfum, hingga barang perawatan impor juga diperkirakan ikut terdampak karena biaya distribusi dan impor meningkat.

Tarif Transportasi dan Logistik

Kenaikan biaya energi dan impor dapat berdampak pada ongkos transportasi, tarif pengiriman barang, hingga harga tiket perjalanan.

Pengamat ekonomi menilai dampak pelemahan rupiah biasanya mulai terasa secara bertahap dalam beberapa bulan apabila kurs dolar tetap tinggi.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi ketegangan geopolitik dunia, kondisi ekonomi AS, hingga arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved