Video
VIDEO Stok Rudal AS Kian Menipis Akibat Perang Iran, Minta Produksi 10 000 Misil
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan persenjataan militer Amerika Serikat setelah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah AS melalui Pentagon resmi mengumumkan kesepakatan besar. Hal tersebut berkaitan dengan sejumlah perusahaan pertahanan untuk mempercepat produksi ribuan rudal.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan persenjataan militer Amerika Serikat setelah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DOD) mengungkap telah mencapai kesepakatan kerangka kerja baru dengan empat perusahaan pertahanan besar, yakni Anduril, CoAspire, Leidos, dan Zone 5.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari program Low-Cost Containerized Missiles (LCCM) atau Rudal Kontainer Berbiaya Rendah yang dirancang untuk mempercepat produksi senjata dengan biaya lebih murah namun dalam jumlah besar.
Melalui program tersebut, Pentagon menargetkan pembelian lebih dari 10.000 rudal dalam tiga tahun ke depan.
Rudal-rudal itu dirancang dalam sistem kontainer khusus agar lebih mudah dipindahkan, disimpan, dan diluncurkan di berbagai medan operasi militer.
Selain itu, Pentagon juga mengumumkan kerjasama terpisah dengan perusahaan teknologi pertahanan Castelion.
Perusahaan rintisan tersebut nantinya akan memasok rudal hipersonik Blackbeard setelah seluruh proses pengujian dan validasi selesai dilakukan.
Pentagon menilai pendekatan baru ini akan membantu militer Amerika Serikat memperkuat kesiapan tempur sekaligus mempercepat distribusi persenjataan di tengah ancaman konflik global yang semakin kompleks.
Mengantisipasi dampak luar biasa buntut krisis stok amunisi utama militer Amerika Serikat, Pentagon kini memilih untuk membuka peluang lebih luas bagi perusahaan teknologi pertahanan baru.
Wakil Menteri Pertahanan untuk Akuisisi dan Pemeliharaan, Michael Duffey, mengatakan Pentagon ingin memperluas basis industri pertahanan untuk mempercepat inovasi dan produksi senjata.
Pentagon dijadwalkan mulai membeli rudal uji dari empat perusahaan tersebut pada Juni tahun ini sebagai bagian dari tahap evaluasi program.
Situasi tersebut juga mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap kemungkinan konflik jangka panjang di berbagai kawasan. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Dara Nazila
Baca juga: AS Klaim Bisa Lumpuhkan Iran dalam Dua Hari, Trump: “Kami Tinggalkan Mereka Tanpa Listrik”
Baca juga: Trump Buka Opsi Penangguhan Nuklir Iran 20 Tahun, Teheran Tetap Waspada
Baca juga: Mantan Mata-mata AS Monica Witt Membelot ke Iran, Kini Diburu oleh FBI, Kepalanya Dihargai Rp3,5 M
| VIDEO Bertambah, Satu Tentara Elit Israel K.O Dihantam Mortir Hizbullah |
|
|---|
| VIDEO - Langit Kyiv Membara, Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran |
|
|---|
| VIDEO - Heboh! Negara-Negara Arab dan Israel Diklaim Serang Iran Bersama CENTCOM |
|
|---|
| VIDEO - Rupiah Tertekan ke Rp17.600 per Dolar, Ini Barang yang Bakal Mahal |
|
|---|
| VIDEO - Trump dan Xi Bahas Iran, Kapal Kargo Diserang di Perairan Oman |
|
|---|